Bupati Batang Luncurkan Sak Minggu Sak Buku, Bangun Budaya Literasi Sejak Dini

Bupati Batang Luncurkan Sak Minggu Sak Buku, Bangun Budaya Literasi Sejak Dini
NOVIA ROCHMAWATI. SOSIALISASI - Bupati Batang saat mensosialisasikan program Sak Minggu Sak Buku di Batang.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Batang resmi meluncurkan program Sak Minggu Sak Buku sebagai gerakan membangun budaya membaca sejak usia dini.

Melalui program ini, setiap anak didorong untuk membaca minimal satu buku setiap pekan dengan pendampingan orang tua maupun guru sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Peluncuran program dilakukan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat berkunjung ke TK Pembina Batang, Selasa (14/7).

Baca Juga:Kapolres Pekalongan Kota Sambangi Kodim dan Kejari, Pererat Sinergi Lintas InstitusiPenyandang Tuli-ATS Antusias Ikuti Pelatihan Barista di SKB Pekalongan

Dalam kesempatan itu, Faiz juga membacakan buku cerita kepada para siswa. Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita sambil memperhatikan ilustrasi di dalam buku yang ditunjukkan oleh Bupati.

Faiz mengatakan, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi budaya yang terus terbawa hingga dewasa.

Karena itu, Program Sak Minggu Sak Buku dirancang dengan melibatkan keluarga dan sekolah sebagai pendamping utama anak dalam perjalanan literasi mereka.

“Program Sak Minggu Sak Buku menjadi gerakan bersama untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten. Anak diharapkan membaca minimal satu buku setiap minggu. Khusus anak TK, kami berharap orang tua membacakan buku cerita sehingga sejak kecil mereka mulai mencintai kegiatan membaca,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman membacakan buku secara langsung menunjukkan bahwa anak-anak memiliki ketertarikan besar terhadap buku apabila disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa saat mendengarkan cerita.

“Tadi saya membacakan satu buku dan antusias mereka sangat bagus. Mereka fokus mendengarkan cerita sekaligus memperhatikan gambar-gambar di dalam buku,” katanya.

Ia menjelaskan, sasaran program dimulai dari jenjang PAUD dan TK dengan mendorong orang tua untuk rutin membacakan buku kepada anak.

Baca Juga:KONI Pekalongan Gandeng UIN Gus Dur, Matangkan Persiapan PORSI II PTKIN Se-Jawa-Madura192 Siswa Baru SMPN 2 Batang Terima Seragam Gratis, Orang Tua Lega Beban Berkurang

Sementara itu, siswa sekolah dasar dibiasakan untuk membaca secara mandiri sedikitnya satu buku setiap pekan sebagai bentuk pembiasaan literasi mandiri.

Program tersebut juga tidak berhenti pada aktivitas membaca saja. Bagi peserta didik PAUD dan TK, anak diajak untuk mengekspresikan isi cerita melalui gambar atau simbol perasaan, seperti senang, sedih, maupun penasaran, yang kemudian dilengkapi oleh orang tua dalam catatan membaca.

0 Komentar