Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal mengintensifkan langkah antisipasi guna menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang diproyeksikan berlangsung hingga akhir 2026.
Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kendal, organisasi kemasyarakatan ini menggelar rapat koordinasi di Gedung Aswaja PCNU Kendal pada Sabtu (18/7/2026) guna merumuskan strategi mitigasi kekeringan, krisis air bersih, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agenda konsolidasi ini mengikutsertakan perwakilan LPBI NU tingkat kecamatan, tim penanggulangan bencana NU Peduli, hingga lembaga amil zakat LAZISNU Kendal. Sinergi ini ditujukan untuk membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang mengakar di tingkat masyarakat.
Baca Juga:Diduga Dibakar OTK, Polisi Tunggu Hasil Labfor Ungkap Kebakaran MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo KendalPutus Rantai Penyakit Genetik, POPTI Batang Sasar Remaja lewat Sosialisasi Zero Talasemia di Sekolah
Ketua LPBI PCNU Kendal, Adib Maulana, menguraikan bahwa penguatan jejaring hingga ke tingkat kecamatan merupakan prioritas utama dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem. Pihaknya tengah membangun saluran komunikasi khusus untuk mempercepat pertukaran data dan pemetaan kondisi di lapangan.
“Kami ingin setiap kecamatan memiliki jalur komunikasi yang aktif sehingga informasi terkait potensi bencana bisa segera diterima dan ditindaklanjuti,” kata Adib Maulana, Sabtu.Adib menambahkan, ketersediaan data pemetaan yang akurat dari pengurus di akar rumput akan memangkas waktu respons darurat saat terjadi kekeringan maupun musibah kebakaran.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PCNU Kendal, Abidin, menyebutkan bahwa langkah responsif ini diambil merujuk pada peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi durasi kemarau yang lebih panjang dibanding periode normal.
“Ini momentum bagi NU untuk hadir di tengah masyarakat. LAZISNU siap mendukung bersama NU Peduli dan LPBI NU dalam mitigasi maupun penanganan dampak bencana,” ujar Abidin.Di sisi lain, Ketua NU Peduli Kendal, Khusnul Huda, mengungkapkan bahwa ancaman krisis air menyebar secara merata di hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kendal.
Berdasarkan catatan rekam jejak penanganan bencana kurun waktu 2023 hingga 2025, terdapat sejumlah desa langganan krisis air bersih yang memerlukan perhatian khusus, antara lain Desa Meteseh, Tambahsari, Gebangan, Curugsewu, Sumberejo, Manggungmangu, Kedungsari, dan Harjodowo.
Khusnul mengimbau seluruh jajaran pengurus di tingkat desa dan kecamatan untuk bersikap proaktif dalam mendata ketersediaan pasokan air warga, sehingga penyaluran bantuan armada tangki air bersih dapat langsung didistribusikan secara tepat sasaran sebelum krisis membesar. (fur)
