Diduga Dibakar OTK, Polisi Tunggu Hasil Labfor Ungkap Kebakaran MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo Kendal

Diduga Dibakar OTK, Polisi Tunggu Hasil Labfor Ungkap Kebakaran MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo Kendal
ABDUL GHOFUR. LENGANG - Suasana MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, tampak lengang, Minggu (19/7/2026), pasca dugaan pembakaran ruang sekolah oleh orang tidak dikenal yang kini diselidiki polisi.
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Kepolisian Resor (Polres) Kendal masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti peristiwa kebakaran yang menghanguskan ruang aula MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Guna memastikan apakah insiden tersebut dipicu oleh kelalaian atau unsur kesengajaan dari orang tidak dikenal (OTK), penyidik kepolisian saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Insiden kebakaran itu sendiri terjadi pada Selasa (14/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kobaran api membakar berbagai fasilitas di dalam aula, mulai dari meja, kursi, kipas angin, hingga seperangkat alat shalat. Beruntung, tumpukan mushaf Al-Qur’an di dalam ruangan tersebut ditemukan tetap utuh kendati tertutup jelaga abu.

Baca Juga:Putus Rantai Penyakit Genetik, POPTI Batang Sasar Remaja lewat Sosialisasi Zero Talasemia di SekolahTMMD Sengkuyung III Batang Dimulai, TNI dan Pemkab Bangun Jalan Akses Pertanian di Desa Toso

Kapolsek Rowosari, Iptu Akhmad Djoko Puji Laksono, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Labfor Polda Jateng dan Inafis Polres Kendal telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium forensik dari Polda. Kemarin sudah dilakukan olah TKP,” kata Iptu Akhmad Djoko Puji Laksono, Jumat (17/7/2026).

Djoko mengungkapkan, salah satu tantangan dalam proses identifikasi awal ini adalah ketiadaan fasilitas kamera pengawas (CCTV) di sekitar area bangunan sekolah, sehingga pergerakan di sekitar lokasi sebelum kejadian tidak terekam.

Sementara itu, perwakilan pengurus yayasan sekolah, Abdul Rokhman, menduga kuat adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Api pertama kali diperhatikan oleh warga yang melintas di depan sekolah, yang kemudian melapor ke kepala sekolah hingga akhirnya warga bersama-sama memadamkan kobaran api.

Menurut Rokhman, dugaan pembakaran secara sengaja ini diperkuat oleh temuan indikasi cairan bahan bakar minyak jenis Pertalite di area lokasi serta kondisi salah satu kisi-kisi ventilasi besi yang ditemukan dalam keadaan bengkok.

“Indikasinya ada yang sengaja membakar. Sepertinya memakai pertalite karena bekasnya berwarna hijau, kemungkinan masuk dari belakang,” ujar Rokhman.

Meski demikian, pihak sekolah mengaku terkejut karena selama ini tidak pernah memiliki perselisihan atau konflik internal maupun eksternal dengan pihak mana pun. Pengurus yayasan sepenuhnya menyerahkan proses pembuktian hukum kepada pihak kepolisian. (fur)

0 Komentar