Batang, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten Batang bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0736/Batang resmi menggulirkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026.
Program kemitraan ini dipusatkan di Desa Toso, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dan difokuskan untuk mempercepat pembenahan infrastruktur pinggiran sekaligus mendongkrak taraf hidup masyarakat pedesaan.
Upacara pembukaan ketatanegaraan desa ini dihadiri langsung oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama jajaran komando Kodim 0736/Batang serta jajaran Forkopimda setempat pada Rabu (15/7/2026).
Baca Juga:Libatkan Orangtua, MPLS Ramah di SMPN 1 Sragi Pekalongan Diikuti Ratusan Siswa Tanpa PerpeloncoanKasus Koperasi BMJ Kendal Naik ke Penyidikan, SPDP Resmi Dikirimkan ke Kejati Jateng
Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan, skema kerja bakti TMMD sejauh ini terbukti menjadi instrumen akselerasi yang efektif dalam memangkas ketertinggalan pembangunan kawasan pinggiran lewat budaya gotong royong yang kuat.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan desa selama ini,” kata M Faiz Kurniawan.
Faiz menambahkan, penetrasi TMMD sangat membantu otoritas wilayah dalam membuka keterisolasian daerah, mengoptimalkan fasilitas publik dasar, hingga menstimulasi perputaran roda ekonomi warga di klaster terpencil.
“Program ini bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri,” ujar Faiz menjelaskan dampak non-fisik proyek tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0736/Batang, Letnan Kolonel Inf Didik Sudarmawan, memaparkan bahwa TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III ini akan berjalan simultan selama 30 hari ke depan, terhitung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Agenda tahun ini mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Dalam pelaksanaan di Desa Toso, fokus pembangunan fisik utama ditargetkan pada pembuatan akses jalan rabat beton dengan bentang panjang 560 meter, lebar 3 meter, serta ketebalan cor mencapai 12 sentimeter.
Jalur baru ini diproyeksikan bakal mempermudah distribusi hasil panen dan memangkas ongkos logistik harian warga.
Baca Juga:Bupati Batang Instruksikan Proyek Tak Lagi Menumpuk di Akhir Tahun, Siapkan Lelang DiniOtokritik Santri dan Relasi Kuasa Pesantren Mengemuka dalam Bedah Buku Raedu Basha
Selain koridor jalan, operasi TMMD kali ini juga diintegrasikan untuk menyokong isu strategis nasional, seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemenuhan fasilitas air bersih, mitigasi tengkes (stunting), penghijauan lingkungan, hingga renovasi sarana peribadahan lokal. (fel)
