Bupati Batang Instruksikan Proyek Tak Lagi Menumpuk di Akhir Tahun, Siapkan Lelang Dini

Bupati Batang Instruksikan Proyek Tak Lagi Menumpuk di Akhir Tahun, Siapkan Lelang Dini
DOK. Bupati Batang M Faiz Kurniawan
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Batang mulai membenahi pola pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan mengakhiri kebiasaan penumpukan proyek pada akhir tahun anggaran.

Langkah ini dinilai menjadi solusi atas tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang kerap terjadi.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan, pelaksanaan proyek ke depan tidak lagi terkonsentrasi pada penghujung tahun.

Baca Juga:Otokritik Santri dan Relasi Kuasa Pesantren Mengemuka dalam Bedah Buku Raedu BashaTMMD Wonosari Siap Bangun Jalan Beton 650 Meter, Buka Akses Pertanian dan Tambak

Pekerjaan akan dibagi secara bertahap sejak awal tahun agar pelaksanaan pembangunan lebih merata dan penyerapan anggaran lebih optimal.

“Kita mulai membagi proyek dari kuartal pertama, kuartal kedua, kuartal ketiga, sampai kuartal keempat. Tidak boleh lagi menumpuk di belakang,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kamis (16/7/2026).

Menurut Faiz, tingginya SILPA selama ini tidak lepas dari pola pelaksanaan proyek fisik yang baru dikerjakan ketika tahun anggaran hampir berakhir.

Kondisi tersebut membuat penyerapan anggaran tidak maksimal dan berpotensi menghambat manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Untuk mendukung perubahan pola tersebut, Pemkab Batang juga akan mengoptimalkan pelaksanaan lelang dini.

Dengan proses pengadaan yang dimulai lebih awal, proyek pembangunan diharapkan dapat segera berjalan sejak awal tahun anggaran.

Ia menilai langkah tersebut tidak hanya mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga:Irigasi Tambak 2,7 Kilometer Dibangun Perdana di Kalirejo, Kendal Siap Genjot Produktivitas Petambak RakyatBupati hingga Ketua DPRD Kendal Ikut Nobar Piala Dunia 2026 di Pendopo

Aktivitas proyek yang sudah dimulai sejak kuartal pertama diyakini mampu menggerakkan sektor usaha dan tenaga kerja lokal.

“Perubahan pola belanja ini diharapkan membuat penyerapan APBD lebih efektif dan efisien, sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sejak awal tahun,” ujarnya.

Strategi tersebut disiapkan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola keuangan daerah menjelang pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2027.

Faiz berharap seluruh persiapan dapat dilakukan pada akhir tahun ini sehingga proses pengadaan dapat dimulai lebih cepat.

“Harapannya Desember sudah ada lelang-lelang dini sehingga pada akhir tahun tidak ada lagi SILPA yang terlalu besar,” pungkasnya. (nov)

0 Komentar