Irigasi Tambak 2,7 Kilometer Dibangun Perdana di Kalirejo, Kendal Siap Genjot Produktivitas Petambak Rakyat

Irigasi Tambak 2,7 Kilometer Dibangun Perdana di Kalirejo, Kendal Siap Genjot Produktivitas Petambak Rakyat
ABDUL GHOFUR. SOSIALISASI - Pembudi daya tambak mengikuti sosialisasi Program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (Pitap) di Desa Kalirejo, Kangkung, Selasa (14/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Sektor perikanan budi daya rakyat di Kabupaten Kendal mendapat angin segar. Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai mengeksekusi Program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (Pitap) yang merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Untuk pertama kalinya, program ini menyasar Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, sebagai lokasi percontohan.

Di desa tersebut, saluran irigasi tambak sepanjang 2,7 kilometer kini mulai dikerjakan. Proses pembangunan yang berlangsung sejak Selasa (14/7/2026) itu melibatkan para pembudi daya tambak dan warga setempat.

Baca Juga:Pegiat Literasi Didorong Jadi Agen Edukasi Masyarakat di Tengah Banjir Informasi DigitalTingkep Tandur Laban, Merawat Padi Menjaga Warisan Leluhur

Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp294 juta dengan skema padat karya, sementara Kelompok Banyu Panguripan ditunjuk sebagai pelaksana di lapangan.

Kepala DKP Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menilai pembangunan irigasi tambak merupakan terobosan strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha perikanan rakyat.

Infrastruktur ini, kata dia, bakal menjadi urat nadi yang menghidupkan kembali produktivitas tambak-tambak di wilayah tersebut.

“Saluran irigasi sepanjang 2,7 kilometer ini akan memperlancar sirkulasi air masuk dan keluar tambak. Dengan pengelolaan air yang lebih baik, produktivitas budi daya diharapkan meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan para petambak,” ujar Hudi saat doa bersama menandai dimulainya pekerjaan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Hudi, Program Pitap lahir dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP dengan tujuan merehabilitasi sekaligus mengembalikan fungsi saluran irigasi tambak rakyat yang selama ini tidak terawat.

Selama bertahun-tahun, banyak saluran yang tersumbat atau rusak sehingga menghambat sirkulasi air dan menurunkan hasil panen petambak.

Yang menarik dari program ini, pembangunan tidak sekadar berorientasi pada fisik semata. Dengan skema padat karya, masyarakat sekitar digerakkan untuk ikut serta dalam pengerjaan proyek. Imbasnya, ada aliran pendapatan tambahan yang langsung dirasakan oleh warga setempat.

Baca Juga:FANTATIK Tanamkan Etika Bermedia Sosial kepada Siswa SMP Negeri 6 PekalonganTata Niaga Telur Satu Pintu Diterapkan di Kendal, Jadi Model Percontohan Program MBG

“Pelaksanaan program dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kelompok masyarakat. Jadi, manfaatnya bukan hanya memperbaiki saluran tambak, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan menambah pendapatan warga sekitar,” jelasnya.

Hudi memaparkan, keberadaan saluran irigasi memegang peranan krusial dalam aktivitas budi daya. Fungsinya ganda yaitu mengalirkan air bersih ke dalam tambak sekaligus membuang air kotor yang sudah tidak layak pakai. Sirkulasi yang lancar akan menjaga kualitas air tetap prima, yang pada gilirannya meminimalkan risiko serangan penyakit pada komoditas perikanan.

0 Komentar