KOTA, RADARPEKALONGAN.ID – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2026 yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.
Kegiatan yang berlangsung di aula Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan, Selasa (14/7/2026) itu menghadirkan peserta dari kalangan pegiat literasi, guru, pustakawan, pengelola perpustakaan masyarakat, hingga pengurus masjid.
Baca Juga:Tak Kejar Wisata Massal, Desa Tombo Pilih Jaga Alam dan Kopi LokalPLT Bupati Pekalongan: Alih Fungsi Sawah Harus Dikendalikan Demi Ketahanan Pangan
Keberagaman peserta mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk membangun gerakan literasi yang inklusif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gufron Faza, menuturkan bahwa bimtek ini bertujuan membekali para peserta dengan kemampuan menyaring dan memahami informasi yang benar, sehingga mereka dapat menjadi agen literasi sekaligus sumber informasi yang tepercaya di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para pengelola perpustakaan maupun pegiat literasi tentang cara memfilter informasi yang baik dan benar. Mereka diharapkan menjadi corong literasi di masyarakat yang mampu mengedukasi warga agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Dengan literasi yang baik, masyarakat Kota Pekalongan diharapkan menjadi masyarakat yang cerdas, bijak, dan sejahtera,” tuturnya.
Gufron menambahkan bahwa kemampuan literasi informasi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan pokok di tengah maraknya hoaks dan misinformasi yang beredar di berbagai platform digital.
Menurutnya, pegiat literasi memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan informasi di masyarakat.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menjelaskan bahwa bimtek ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kapasitas, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpelaku literasi dari berbagai latar belakang.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas profesi dalam membangun kesadaran literasi yang berkelanjutan.
Baca Juga:Plt Bupati Pekalongan Imbau Warga Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades Serentak 30 DesaMTs NU 27 Jatipurwo Kembali Terbakar, Aula Hangus, Polisi Selidiki Aksi Pembakaran
“Peserta berasal dari guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan masyarakat, pustakawan hingga pengurus masjid. Mereka adalah sosok-sosok yang dipercaya masyarakat sebagai rujukan informasi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, sekaligus melahirkan kolaborasi untuk menghadirkan literasi informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
