KOTA, RADARPEKALONGAN.ID – Forum Anak Kota Batik (FANTATIK) terus menggencarkan upaya pembentukan karakter generasi muda melalui edukasi pencegahan perundungan dan etika bermedia sosial.
Kegiatan tersebut diwujudkan dalam program Forum Anak Goes to School yang digelar bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 6 Kota Pekalongan, Selasa (14/7/2026).
Pada hari kedua pelaksanaan MPLS, FANTATIK memberikan pemaparan materi mengenai perundungan atau bullying serta literasi digital kepada para siswa baru.
Baca Juga:Tak Kejar Wisata Massal, Desa Tombo Pilih Jaga Alam dan Kopi LokalPLT Bupati Pekalongan: Alih Fungsi Sawah Harus Dikendalikan Demi Ketahanan Pangan
Materi tersebut dianggap penting mengingat maraknya kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Wakil Ketua FANTATIK, Muhammad Wildan Devario, menjelaskan bahwa siswa perlu memahami langkah-langkah yang tepat ketika menghadapi situasi perundungan, baik sebagai korban maupun sebagai saksi.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong keberanian untuk melapor dan memberikan dukungan kepada sesama.
“Kami berharap teman-teman SMP Negeri 6 memahami bagaimana cara melapor ketika menjadi korban bullying, bagaimana mendampingi korban sebagai saksi, serta semakin bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Wildan.
Ia menambahkan, korban perundungan dapat memanfaatkan berbagai layanan pengaduan yang tersedia, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA), Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Pekalongan, maupun layanan Jogokonco Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, pencegahan juga harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital.
“Yang paling penting adalah bijak bermedia sosial dan menjaga etika dalam setiap perilaku di dunia digital. Apa pun yang kita lakukan pada akhirnya akan kembali kepada diri kita sendiri,” tegasnya.
Baca Juga:Plt Bupati Pekalongan Imbau Warga Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades Serentak 30 DesaMTs NU 27 Jatipurwo Kembali Terbakar, Aula Hangus, Polisi Selidiki Aksi Pembakaran
Melalui kegiatan Forum Anak Goes to School, Wildan berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, serta bebas dari perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial.
Menurutnya, perubahan perilaku harus dimulai dari kesadaran kolektif seluruh elemen sekolah.
“Semoga melalui kegiatan Forum Anak Goes to School ini, teman-teman semakin berani saling mengingatkan, berani melapor jika terjadi perundungan, dan mampu menciptakan ruang digital yang aman, positif, serta penuh rasa saling menghargai,” ungkap Wildan.
