“Kualitas air sangat menentukan keberhasilan budi daya. Saluran yang baik akan mendukung kondisi lingkungan tambak sehingga pertumbuhan ikan maupun udang dapat lebih optimal,” katanya.
Hudi menambahkan, program ini merupakan bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi kawasan tambak rakyat.
Dengan pola pengelolaan yang partisipatif, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pemeliharaan irigasi setelah proyek rampung. Dengan begitu, keberlanjutan program dapat terus terjaga.
Baca Juga:Pegiat Literasi Didorong Jadi Agen Edukasi Masyarakat di Tengah Banjir Informasi DigitalTingkep Tandur Laban, Merawat Padi Menjaga Warisan Leluhur
Pengerjaan saluran irigasi di Desa Kalirejo ditargetkan tuntas dalam kurun waktu 90 hari. Hudi berharap proses pembangunan berjalan mulus dan hasilnya bisa segera dinikmati oleh para pembudi daya tambak untuk meningkatkan produksi mereka.
“Harapannya, setelah selesai dibangun, saluran ini mampu meningkatkan hasil produksi tambak dan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat perikanan di Kecamatan Kangkung dan sekitarnya,” pungkasnya. (fur)
