Disertai Pembagian Sembako Gratis, Kajian Ahad Pagi PCM Patean Kendal Dijejali 700 Warga

Disertai Pembagian Sembako Gratis, Kajian Ahad Pagi PCM Patean Kendal Dijejali 700 Warga
ABDUL GHOFUR, BERBAGI - Ketua PDM Kendal KH. Ikhsan Intizam didampingi Sekretaris PDM Kendal Mochammad Noer Agoes Hidayat menyerahkan paket sembako kepada salah satu jamaah dalam kegiatan perdana Kajian Ahad Pagi PCM Patean, Minggu (19/7/2026).
0 Komentar

Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Perdana diselenggarakan, ajang Kajian Ahad Pagi Bimbingan Jamaah yang digagas Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patean mendapat sambutan antusias dari warga.

Kegiatan keagamaan yang dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Darul Arqam Patean, Kabupaten Kendal, pada Minggu (19/7/2026) ini dihadiri sekitar 700 jemaah, melampaui estimasi awal panitia.

Kajian akbar ini terselenggara atas kerja sama PCM Patean dengan Rumah Sakit Islam (RSI) 2 Patean, CV Aga Karya, serta Kantor Layanan Lazismu. Selain menyimak ceramah agama, para warga yang hadir dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dan penyerahan bantuan bahan pangan pokok.

Baca Juga:Peringati Harkop Ke-79, Dekopinda Ziarah ke Makam Tokoh Koperasi dan Pendiri Kospin Jasa PekalonganBMKG Peringatkan Kemarau Panjang, LPBI NU Kendal Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Desa Rawan

Ketua Kantor Layanan Lazismu Patean, Eko Susanto, menyampaikan bahwa panitia semula menyediakan 400 paket sembako gratis berupa minyak goreng, telur, sayuran, dan kerupuk senilai Rp 40.000 per paket. Namun, tingginya kehadiran jemaah membuat paket bantuan sosial tersebut langsung ludes diserbu warga.

“Paket tersebut dibagikan gratis sebagai bentuk syukur atas terselenggaranya kegiatan perdana ini. Harapannya, Kajian Ahad Pagi ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat makin dekat dengan persyarikatan,” kata Eko Susanto, Minggu.

Sementara itu, Sekretaris PDM Kendal, Moehammad Noer Agoes Hidayat, menggarisbawahi bahwa forum pengajian hendaknya tidak berhenti pada penguatan aspek spiritual semata. Ia mendorong agar kegiatan ini dikolaborasikan dengan sektor filantropi untuk memicu pemberdayaan ekonomi jamaah.

“Potensi yang ada jangan hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus diolah agar memiliki nilai tambah melalui inovasi dan pengolahan yang tepat,” ujar Agoes Hidayat menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi warga.

Di sisi lain, salah satu warga penerima manfaat, Budiyati (61) dari Desa Pagersari, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian acara keagamaan yang dipadukan dengan bakti sosial tersebut. Menurutnya, program ini memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kebutuhan harian masyarakat.

Rangkaian acara perdana ini diawali dengan tausiah dari Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, yang menekankan pentingnya konsistensi dalam memakmurkan masjid melalui gerakan salat berjemaah, penataan infak, dan tadarus Al-Qur’an secara berkelanjutan. (fur)

0 Komentar