Batang, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menggelar Festival Teater Bocah 2026 di Pendopo Kabupaten Batang pada Sabtu (18/7/2026).
Ajang seni peran yang baru pertama kali diselenggarakan ini menjadi wadah edukatif bagi anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) untuk mengikis rasa minder, membangun kepercayaan diri, serta mengasah keterampilan berekspresi di hadapan publik.
Festival ini diikuti oleh 12 kelompok teater perwakilan dari 12 Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan se-Kabupaten Batang. Setiap kontingen menampilkan karya drama terbaik yang membawakan pesan moral dan nilai sosial.
Baca Juga:BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, LPBI NU Kendal Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Desa RawanDiduga Dibakar OTK, Polisi Tunggu Hasil Labfor Ungkap Kebakaran MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo Kendal
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyampaikan apresiasi atas penampilan para peserta. Ia menilai para siswa SD tersebut mampu menghidupkan dan mendalami peran yang dibawakan dengan sangat matang.
“Luar biasa, mereka mampu membawakan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh. Bahkan ada karakter guru SD yang dimainkan sangat baik oleh seorang siswi kelas VI. Ini menjadi bekal penting untuk membentuk karakter anak di masa depan,” kata Bambang Suryantoro Sudibyo, Sabtu.
Bambang menegaskan bahwa seni teater bukan sekadar seni pertunjukan hiburan semata. Proses latihan intensif hingga pementasan mengajarkan nilai kedisiplinan, keberanian berbicara di depan umum, serta pentingnya kerja sama tim.
Melihat tingginya antusiasme peserta dan pihak sekolah, Disdikbud Batang berencana menjadikan Festival Teater Bocah sebagai agenda rutin tahunan. Pihaknya juga membuka peluang untuk mengintegrasikan ajang ini dengan Festival Drama Pelajar (FDP) agar pembinaan bakat seni peran dapat berlanjut hingga jenjang sekolah menengah.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Teater Bocah 2026, Ahmad Saiful Muluq, menambahkan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah membangun iklim kesenian yang sehat bagi kelompok usia dini.
“Fokus kami saat ini menjaga semangat berteater di kalangan siswa SD. Harapannya, proses pembentukan karakter melalui media teater bisa terus berjalan dan menjadi agenda tahunan,” ujar Ahmad Saiful Muluq.
Pengalaman berharga turut dirasakan oleh Manda (12) dan Nayla (11), anggota Teater Bintang dari Korwil Banyuputih. Meski baru pertama kali tampil dalam pertunjukan teater, proses latihan yang konsisten membuat mereka mampu mengatasi rasa gugup dan tampil percaya diri di atas panggung utama. (nov)
