Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pekalongan (Unikal) untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Kepramukaan bagi para mahasiswa calon guru.
Kegiatan wajib yang berlangsung selama lima hari ini menggabungkan pendalaman materi akademis dengan praktik lapangan secara langsung. Pelatihan difokuskan untuk membekali para calon pendidik sebelum mereka diterjunkan ke sekolah-sekolah dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Ketua Program Studi PPG Unikal, Rini Utami, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan KMD dipusatkan di area kampus untuk menjaga efisiensi waktu serta kondisi fisik mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.
Baca Juga:Diduga Dibakar OTK, Polisi Tunggu Hasil Labfor Ungkap Kebakaran MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo KendalPutus Rantai Penyakit Genetik, POPTI Batang Sasar Remaja lewat Sosialisasi Zero Talasemia di Sekolah
Rini menegaskan, pembekalan kepramukaan menjadi hal mendasar mengingat status Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di jenjang sekolah menengah. Sertifikasi yang diraih dari KMD ini menjadi bukti legalitas resmi bagi para lulusan untuk menjadi pembina Pramuka kelak.
“Penekanan utamanya pada pemahaman mereka terhadap Pramuka. Mengingat Pramuka di sekolah merupakan kegiatan wajib, kami berharap sertifikasi ini menjadi bekal legal saat mereka PPL hingga membina di sekolah nanti,” kata Rini Utami, Senin (20/7/2026).
Dalam penyelenggaraannya, pihak kampus memfasilitasi penuh kegiatan ini dengan menggandeng instruktur dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Pekalongan serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Unikal. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka beserta sertifikat pembina tingkat dasar.
Apresiasi senada disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwarcab Kota Pekalongan, Aris Supriyanto. Menurutnya, KMD merupakan wadah krusial untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pembina yang berkualitas di dunia pendidikan.
“Kursus Mahir Dasar merupakan media untuk melatih dan mendidik calon pembina yang berkualitas. Ini menjadi syarat mutlak jika kelak ingin membina,” ujar Aris Supriyanto.
Aris berharap sinergi antara Unikal dan Kwarcab dapat terus berlanjut hingga ke jenjang Kursus Mahir Lanjutan (KML). Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar ilmu serta lisensi yang didapatkan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan demi membina karakter generasi muda di sekolah. (mal)
