Gandeng SKB Pekalongan, Mahasiswa Unikal Latih Anak Inklusi Paham dan Cinta Rupiah

Gandeng SKB Pekalongan, Mahasiswa Unikal Latih Anak Inklusi Paham dan Cinta Rupiah
MALEKHA. MENDENGARKAN - Terlihat siswa sedang mendengarkan penjelasan tentang rupiah dari mahasiwa FEB.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Mahasiswa International Class Management (ICM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bagi peserta didik inklusi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota PekalonganKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya.

Agenda pengabdian masyarakat yang berlangsung interaktif ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan anak-anak berkebutuhan khusus melalui metode belajar yang adaptif, komunikatif, dan menyenangkan.

Inisiator kegiatan sekaligus Duta GenRe Indonesia, Miranto Zaenal Arief, menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan untuk mendukung sosialisasi kebangsaan Bank Indonesia sekaligus mengasah kepedulian sosial mahasiswa.

Baca Juga:Abaikan Isyarat Klakson dan Peringatan Warga, Seorang Pria di Batang Tewas Tertemper KA KamandakaWaspada Kekeringan Musim Kemarau di 7 Kecamatan, Dispaperta Batang Disagakan Puluhan Pompa Air

“Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung program nasional Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” kata Miranto Zaenal Arief.

Miranto menambahkan, materi pembelajaran disusnah sedemikian rupa agar konsep dasar keuangan dapat dicerna secara intuitif oleh para peserta didik inklusi.

“Yang terpenting, kami ingin memastikan peserta didik inklusi memperoleh edukasi keuangan yang mudah dipahami, menyenangkan, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Miranto.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memberikan pendampingan personal dengan mempraktikkan pengenalan pecahan mata uang serta fungsi transaksi nominal. Para peserta diajak melakukan simulasi belanja sederhana menggunakan uang mainan dan beragam permainan interaktif.

Melalui pendekatan praktis tersebut, anak-anak tidak hanya diajarkan cara mengenali keaslian dan merawat uang Rupiah, tetapi juga ditanamkan kebiasaan menabung serta mengelola uang secara bijak sejak dini demi kemandirian masa depan mereka. (mal)

0 Komentar