Lulusannya Lolos Undip, Pendaftar Pendidikan Kesetaraan SKB Pekalongan Melonjak

Lulusannya Lolos Undip, Pendaftar Pendidikan Kesetaraan SKB Pekalongan Melonjak
MALEKHA. BELAJAR - Salah satu kegiatan belajar di SKB untuk mengenalkan cinta rupiah.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Citra pendidikan nonformal di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kian menunjukkan daya pikatnya di mata masyarakat.

Hingga pertengahan Juli 2026, pendaftar di Satuan Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan telah menembus 96 peserta didik untuk Tahun Ajaran 2026/2027, di mana program Paket C menjadi jenjang favorit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyampaikan bahwa proses penerimaan warga belajar baru masih akan dibuka hingga Agustus mendatang selama ketersediaan kuota masih mencukupi.

Baca Juga:Bertahan Sejak 1970-an, Kerajinan Keranjang Tembakau Asal Kendal Ini Mampu Kuliahkan AnakSulap Kawasan Kumuh Jadi RTH dan Sodetan Banjir, Pemkab Batang Minta Pedagang Jalan Pattimura Pindah

“Hingga saat ini sudah ada 96 peserta didik yang mendaftaran. Untuk kelas reguler terbuka bagi masyarakat umum, sedangkan kelas inklusi diperuntukkan bagi warga Kota Pekalongan yang memiliki SKTM,” ujar Lisa.

Rincian pendaftar saat ini mencakup 10 anak di jenjang PAUD, 7 peserta Paket A Reguler, 6 peserta Paket A Inklusi, 33 peserta Paket B, serta 40 peserta pada program Paket C.

Peningkatan minat warga belajar ini disokong oleh modernisasi sarana pembelajaran. Sejak 2025, SKB Kota Pekalongan telah dilengkapi tiga ruang kelas baru, fasilitas Papan Internet Digital (PID), hingga ruang praktik laboratorium vokasi.

Selain mengejar kelulusan akademik, warga belajar dibekali keterampilan terapan yang berorientasi kerja, seperti pelatihan barista, seni menjahit, hingga kelas tata boga. Proses pembelajaran didampingi oleh 21 tenaga pendidik profesional, termasuk Guru Pendamping Khusus (GPK) untuk kelas inklusi.

Keberhasilan kurikulum terpadu ini terbukti dari rekam jejak alumni yang mampu bersaing menembus perguruan tinggi bereputasi.

“Harapan kami, semakin banyak lulusan SKB yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tahun sebelumnya sudah ada lulusan yang diterima melalui beasiswa di Undip dan IWIMA, semoga tahun ini jumlahnya semakin meningkat,” tutur Lisa.

Dengan transformasi kualitas pembelajaran dan fasilitas yang memadai, SKB Kota Pekalongan optimistis pendidikan nonformal dapat terus hadir sebagai jalur pendidikan inklusif yang melahirkan SDM mandiri dan berdaya saing. (mal)

0 Komentar