Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Ratusan siswa baru SMA Negeri 1 Pekalongan menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan aksi nyata penyelamatan lingkungan pesisir.
Sebanyak 321 peserta didik kelas X diterjunkan langsung untuk menanam 1.000 batang bibit mangrove di kawasan konservasi mangrove Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Aksi yang mengusung tema “Smansa Cosmopolitan” ini diselenggarakan atas kerja sama sekolah dengan Mercy Corps Indonesia melalui program Zurich Climate Resilience Alliance Indonesia (ZCRA Indonesia). Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada ancaman krisis ekologis daerah secara langsung.
Baca Juga:Bertahan Sejak 1970-an, Kerajinan Keranjang Tembakau Asal Kendal Ini Mampu Kuliahkan AnakSulap Kawasan Kumuh Jadi RTH dan Sodetan Banjir, Pemkab Batang Minta Pedagang Jalan Pattimura Pindah
Kota Pekalongan saat ini menghadapi tantangan serius akibat abrasi, banjir rob, hingga penurunan muka tanah (land subsidence) yang memicu genangan pesisir permanen.
Sebelum aksi tanam di lapangan, para siswa telah menerima pembekalan materi mengenai kajian iklim. Knowledge Management Officer ZCRA Indonesia, Dhea Amelia Yusrina A. S., memaparkan bahwa rata-rata kenaikan tinggi muka laut di Pekalongan mencapai 7,2 mm per tahun, sementara laju penurunan tanah berkisar hingga 34,5 cm per tahun.
“Isu lingkungan merupakan hal yang sangat dekat dengan anak muda. Perubahan lanskap pesisir tentunya akan menjadi ancaman bagi ruang hidup mereka di masa depan,” ujar Dhea.Dhea juga memotivasi generasi muda agar bersikap adaptif serta mengambil peran aktif sesuai minat dan keahlian masing-masing dalam upaya mitigasi krisis iklim.
“Stay curious, stay resilient, and be adaptive dalam menghadapi perubahan iklim. Sebagai anak muda, ada banyak peran yang bisa diambil dalam menjaga lingkungan,” imbuhnya.
Aksi penanaman 1.000 pohon mangrove ini diharapkan tidak hanya menahan laju abrasi pantai dan menyerap emisi karbon, tetapi juga membantu memulihkan ekosistem biota laut demi mendukung mata pencaharian nelayan lokal di masa mendatang. (mal)
