Kendal, RADARPEKALONGAN.ID — Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal mengupayakan perlindungan jaminan sosial dan keselamatan bagi para pengatur lalu lintas sukarela (Pak Ogah) di kawasan pertigaan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Langkah ini diambil menyusul tingginya risiko kecelakaan kerja yang dihadapi para relawan saat mengurai kemacetan di salah satu titik perlintasan terpadat di Jalur Pantura Kendal tersebut.
Selain membagikan tali asih, MPKU PDM Kendal berkomitmen memfasilitasi ketersediaan rompi reflektif keselamatan serta mendaftarkan para relawan ke dalam kepesertaan BPJS.
Baca Juga:Tekan Beban Jarak Kerja, Pemkab Pekalongan Inventarisasi ASN demi Efisiensi PelayananTembus Yunani dan Prancis, UMKM Kopi Binaan BI Tegal Raih Potensi Transaksi Rp 2,9 Miliar
Ketua MPKU PDM Kendal, Taufiq Husain, menyampaikan komitmen tersebut usai berdialog langsung dengan para koordinator relawan di lingkungan sekitar pertigaan Weleri, Rabu (22/7/2026).
“Insya Allah kami akan mengupayakan penyediaan rompi keselamatan dan membantu akses BPJS. Ini adalah bentuk dakwah komunitas melalui amal nyata yang manfaatnya langsung dirasakan pengguna jalan,” kata Taufiq.
Taufiq menegaskan, MPKU PDM Kendal berkolaborasi dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal untuk mewujudkan perlindungan kesehatan dan keselamatan jiwa bagi para pengatur jalanan tersebut.
Selama ini, para relawan bekerja mengandalkan imbalan seikhlasnya dari pengguna jalan tanpa ditopang alat pelindung diri yang memadai maupun jaminan perlindungan kesehatan bila terjadi musibah.
Salah seorang koordinator relawan mengapresiasi perhatian dan kepedulian dari pihak Muhammadiyah. Ia berharap bantuan rompi keselamatan dan jaminan BPJS dapat segera terealisasi demi memberikan rasa aman saat bertugas di lapangan. (fur)
