Batang, RADARPEKALONGAN.ID — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum krusial untuk memastikan suara dan aspirasi anak tidak sekadar didengar, melainkan diwujudkan dalam program kerja pemerintah daerah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Forum Anak Kabupaten Batang (Fanta) yang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang merealisasikanusulan anak secara bertahap demi pemenuhan hak-hak anak.
Ketua Forum Anak Kabupaten Batang, Caroline Christania Raga, mengapresiasi Pemkab Batang yang telah konsisten membuka ruang partisipasi anak melalui ajang seperti Musrenbang Anak.
Baca Juga:Tekan Kebocoran Cukai, FKUB Pekalongan Didorong Edukasi Masyarakat Bahaya Rokok Ilegal80 Persen UMKM Kuliner Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Kendal Pacu Penguatan Ekosistem Produk Lokal
Namun, Caroline menekankan bahwa partisipasi tersebut akan jauh lebih bermakna jika diimbangi dengan kebijakan konkret yang menjawab kebutuhan dasar anak.
“Anak-anak tidak hanya harus didengar, tetapi juga dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan, hak, dan kewajiban mereka,” ujar Caroline, Jumat (24/7/2026).
Caroline menyebutkan, salah satu aspirasi utama yang terus diperjuangkan Fanta adalah penyediaan ruang khusus anak yang aman, kreatif, dan inklusif.
Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah mengekspresikan bakat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengaduan yang aman saat anak menghadapi masalah sosial maupun hukum.
Selain itu, Fanta mendorong penanganan serius terkait kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan masyarakat dengan melibatkan peran aktif orang tua, pendidik, dan pemerintah.
“Jangan hanya kami yang mendorong. Semua pihak harus peduli agar lingkungan benar-benar bebas bullying,” tegas Caroline. (nov)
