Menurutnya, kawasan yang sebelumnya hanya mampu melakukan satu kali masa tanam (IP1) dalam setahun, kini telah meningkat menjadi dua kali tanam (IP2) dan ditargetkan mampu mencapai tiga kali tanam (IP3) ke depannya.
“Desa Sidomukti sebelumnya merupakan daerah tadah hujan sehingga hanya bisa ditanami saat musim penghujan. Dengan adanya pompa dan jaringan perpipaan, peluang untuk meningkatkan frekuensi tanam semakin besar,” kata Dyah.
Ia berharap peningkatan produktivitas tersebut mampu memperkuat kontribusi Kabupaten Kendal terhadap program swasembada pangan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pemkab Kendal, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
Baca Juga:Harga Telur Anjlok, Peternak Jateng Siap Aksi Damai & Bagikan 50 Ribu AyamDPRD Kendal Minta Mora Sandhy Fokus Hukum, Nonaktif Sementara dari Dewan
“Tujuan akhir dari semua ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Produktivitas harus naik sehingga Kendal bisa memberikan kontribusi nyata bagi swasembada pangan di Jawa Tengah,” pungkasnya. (fur)
