Kendal Siaga Hadapi Kemarau Godzilla, Kementan Genjot Pompanisasi Sawah Tadah Hujan

Kendal Siaga Hadapi Kemarau Godzilla, Kementan Genjot Pompanisasi Sawah Tadah Hujan
ABDUL GHOFUR. POMPANISASI - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saling berdialog di sela-sela kunjungan program pompanisasi, Kamis (30/7/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ancaman fenomena El Nino atau yang dikenal dengan istilah Kemarau Godzilla pada musim kemarau tahun ini mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah antisipasi secara cepat dan terukur. Kabupaten Kendal menjadi salah satu wilayah prioritas yang didorong untuk memaksimalkan program pompanisasi, guna memastikan lahan pertanian tetap produktif dan terhindar dari risiko kekeringan ekstrem.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan tambahan bantuan pompa air bagi daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya air, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi areal persawahan.

“Kami optimistis Jawa Tengah tidak akan mengalami kekeringan karena masih terdapat cukup sumber air, baik dari sungai, waduk, maupun sumur dangkal. Kabupaten Kendal juga kami siapkan untuk mendapatkan tambahan pompa,” tegas Andi saat melakukan peninjauan langsung ke lahan tadah hujan di Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga:Harga Telur Anjlok, Peternak Jateng Siap Aksi Damai & Bagikan 50 Ribu AyamDPRD Kendal Minta Mora Sandhy Fokus Hukum, Nonaktif Sementara dari Dewan

Menurutnya, strategi menghadapi musim kemarau ke depan tidak lagi hanya mengandalkan jaringan irigasi konvensional. Pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air lokal melalui program pompanisasi dan pembangunan sumur dangkal yang dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Andi menjelaskan, penyaluran bantuan pompa dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Karena itu, pemerintah desa bersama kelompok tani diminta untuk aktif memetakan keberadaan sumber air beserta jaraknya dengan lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air.

“Pompa sudah kami siapkan, tinggal mencari sumber-sumber airnya. Jika masih membutuhkan tambahan, nanti akan kami penuhi. Kepala desa harus aktif melakukan identifikasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi yang erat antara pemerintah dan petani menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Pemerintah menyediakan sarana pompa, sementara masyarakat berpartisipasi menggali sumur dangkal sebagai sumber air irigasi yang mandiri.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengungkapkan bahwa bantuan pompa yang didukung dengan jaringan irigasi perpipaan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan indeks pertanaman di wilayah Kendal. Jaringan perpipaan di Desa Sidomukti bahkan baru rampung dibangun pada Juli 2026.

0 Komentar