PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – SMP Sains Cahaya Al-Qur’an Pekalongan menghadirkan terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan meluncurkan program English Across Subjects. Inovasi ini mengintegrasikan kosakata dan istilah akademik bahasa Inggris ke dalam seluruh mata pelajaran sebagai upaya memperkuat kompetensi global peserta didik di lingkungan pondok pesantren.
Kepala SMP Sains Cahaya Al-Qur’an, M. Haidar Fikri Kurniali, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan Whole-School Bilingual Environment. Pendekatan ini membiasakan peserta didik menggunakan istilah akademik berbahasa asing tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam dan tradisi kepesantrenan yang menjadi ciri khas sekolah.
“Setiap guru memasukkan tiga hingga lima kosakata bahasa Inggris yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Kosakata tersebut diperkenalkan, dilafalkan bersama, dicatat, dan digunakan dalam diskusi hingga refleksi akhir kelas,” ujar Haidar, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga:Target IKD Kendal Baru 16 Persen, Dispendukcapil Jemput Bola dan Wajibkan AktivasiApi Melahap Lahan Tebu di Gringsing, Siswa SMA Panik dan Warga Bergotong Royong Padamkan
Berbeda dengan pengajaran bahasa Inggris konvensional yang hanya terfokus pada satu mata pelajaran, pendekatan ini menyasar berbagai bidang studi secara bertahap. Mulai dari Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Agama Islam, Informatika, Seni Budaya, hingga Pendidikan Jasmani, semuanya turut mengintegrasikan kosakata bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.
Langkah ini disiapkan untuk mencetak generasi Muslim berkarakter Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga siap bersaing di kancah internasional. Haidar menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi era globalisasi yang semakin kompetitif.
Selain inovasi di bidang bahasa, sekolah yang berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Syafii Akrom, Kecamatan Pekalongan Selatan, ini juga berencana membuka Program Reguler dan Program Takhasus pada tahun ajaran mendatang. Kedua program tersebut menjadi alternatif bagi orang tua yang menginginkan penguatan Al-Qur’an dan sains bagi anak-anaknya tanpa harus tinggal di asrama.
“Kami menghadirkan pilihan nonasrama agar semakin banyak keluarga di Kota Pekalongan dan sekitarnya dapat mengakses pendidikan Islam yang unggul. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman,” tambah Haidar.
