Api Melahap Lahan Tebu di Gringsing, Siswa SMA Panik dan Warga Bergotong Royong Padamkan

Api Melahap Lahan Tebu di Gringsing, Siswa SMA Panik dan Warga Bergotong Royong Padamkan
M. DHIA THUFAIL. PADAMKAN API - Petugas berusaha memadamkan kobaran api yang melahap 1 hektar lahan jagung di Gringsing.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Kepanikan menyelimuti siswa SMA Negeri 1 Gringsing, Senin (3/8) siang, setelah kobaran api melahap lahan tanaman tebu di Dukuh Karanganyar, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing. Lokasi kebakaran yang hanya berjarak sekitar tiga meter dari pagar sekolah membuat puluhan siswa berhamburan keluar ruangan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat cuaca sedang terik dan tanaman tebu dalam kondisi kering. Lahan bengkok milik Desa Krengseng yang dikelola oleh Sukardi (65) itu tiba-tiba dilalap api yang berasal dari sisi utara, tepatnya dari area yang berbatasan langsung dengan jalan raya. Tiupan angin membuat api cepat merambat ke arah timur dan selatan.

Ketua RT setempat, Subiyanto, yang menjadi saksi mata mengungkapkan bahwa asap tipis mulai terlihat dari kejauhan. Ia mencoba memadamkan, namun usaha tersebut gagal karena cuaca panas membuat daun tebu mudah terbakar.

Baca Juga:75 Capaska Batang Latihan Formasi Angka 81, Kesiapan Capai 80 PersenSyukuran Usia ke-35, Bupati Batang Faiz Tegaskan Komitmen Kerja Tanpa Ambisi

“Api menyebar dengan sangat cepat. Kondisi daun tebu yang kering menjadi pemicu utama,” jelasnya.

Subiyanto segera menghubungi perangkat Desa Lebo, Avik Nadhiro, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Gringsing dan petugas pemadam kebakaran.

Sebelum armada Damkar tiba, aparat kepolisian bersama warga setempat berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya demi mencegah kobaran mendekati area sekolah dan permukiman warga.

Kepala Desa Lebo, Zaidin, menyayangkan insiden tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati di musim kemarau.

“Kondisi lahan sangat kering dan mudah terbakar. Kami imbau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat membahayakan fasilitas umum dan warga sekitar,” tegasnya.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Dari total luas lahan sekitar 1 hektare, area yang terbakar mencapai 1.000 meter persegi. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga:PC Fatayat NU Pekalongan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pemberdayaan PerempuanUKM Futsal USM Juara Euro Futsal Championship 2026 usai Kalahkan Unwahas

Dugaan awal, api dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala dan dibuang oleh pengguna jalan yang melintas. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang penuh tanaman kering. Kelalaian kecil bisa memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” pungkas Warsono. (fel)

0 Komentar