PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Kontingen pelajar dari Kota Pekalongan resmi diterjunkan dalam ajang kompetisi akademik bergengsi di tingkat provinsi. Tiga siswa terpilih dari SMP Salafiyah Pekalongan bertolak menuju Semarang untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum tingkat SMP/MTs se-Jawa Tengah yang diselenggarakan di Gedung Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Rabu (5/8/2026).
Ketiga peserta ini akan berhadapan dengan puluhan tim dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Mereka tidak hanya diuji dalam hal kecepatan menjawab, tetapi juga kedalaman wawasan seputar sejarah perjuangan bangsa, kebudayaan Nusantara, permuseuman, serta pengetahuan tentang koleksi benda-benda purbakala yang menjadi bagian dari kekayaan nasional.
Kepala SMP Salafiyah Pekalongan, Ustadzah Aini, mengaku bangga dan optimistis menyambut langkah para siswanya. Menurutnya, tim delegasi telah menjalani pembinaan intensif dan karantina internal selama beberapa pekan guna memperkuat penguasaan materi sekaligus membangun mental kompetitif.
Baca Juga:Kades Pidodo Kulon Sampaikan Aspirasi Perbaikan Tanggul Bodri ke Bupati KendalPetani Kendal Temukan Jasad Pria di Kebun Jati Perhutani Tersono Batang
“Kami tidak hanya membekali mereka dengan hafalan tanggal dan peristiwa, tetapi juga pemahaman mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Anak-anak kami latih untuk tetap fokus dan cepat mengambil keputusan dalam tekanan waktu,” ujar Ustadzah Aini di sela-sela pelepasan rombongan.
Lomba Cerdas Cermat Museum tahunan ini merupakan inisiatif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Ajang tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma generasi muda terhadap museum, dari sekadar tempat menyimpan benda kuno menjadi ruang edukasi yang hidup, interaktif, dan sarat dengan nilai-nilai peradaban bangsa.
Lebih dari sekadar kompetisi, kehadiran tim SMP Salafiyah Pekalongan di ajang ini dinilai memiliki nilai strategis. Prestasi yang diraih nantinya diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain di Kota Batik untuk turut berperan aktif dalam pelestarian budaya dan sejarah.
“Kami berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Targetnya bukan hanya membawa pulang piala, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur kita,” pungkasnya. (mal)
