Permintaan Darah ke PMI Pekalongan Naik, Tembus 1.424 Kantong pada Juni 2026

Permintaan Darah ke PMI Pekalongan Naik, Tembus 1.424 Kantong pada Juni 2026
ISTIMEWA. DONOR - PMI Kota Pekalongan terus meningatkan kegiatan donor darah mobile.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan mencatat lonjakan permintaan darah dalam tiga bulan terakhir. Jika pada Mei 2026 kebutuhan mencapai 1.193 kantong, angka tersebut melonjak menjadi 1.424 kantong pada Juni dan masih bertahan di level tinggi dengan 1.337 kantong pada Juli. Padahal, rata-rata kebutuhan bulanan PMI Kota Pekalongan selama ini berkisar antara 1.100 hingga 1.200 kantong.

Meskipun terjadi peningkatan signifikan, PMI memastikan stok darah per Kamis (6/8/2026) masih dalam kondisi aman. Seluruh golongan darah dan komponen darah, seperti Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), PRC Leukodepleted (PRC LD), Thrombocyte Concentrate (TC), dan Fresh Frozen Plasma (FFP), tersedia untuk memenuhi pelayanan transfusi.

Namun, tingginya permintaan dari rumah sakit menyebabkan perputaran stok berlangsung sangat cepat, sehingga pasokan harus terus dijaga melalui kegiatan donor berkelanjutan.

Baca Juga:8 Pekerja di KIK Somasi PT Auri Steel Soal PHK Sepihak dan Upah TertahanPemkab Pekalongan Siapkan Rp150 Miliar untuk Perbaikan Jalan Prioritas 2027

Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDS) UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan tidak sepenuhnya mencerminkan pasien yang ditangani langsung oleh PMI.

Sebagian besar kebutuhan berasal dari mekanisme dropping darah ke rumah sakit yang telah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Dalam skema ini, PMI hanya mengirimkan darah, sementara pemeriksaan silang dan pemberian kepada pasien sepenuhnya dilakukan oleh pihak rumah sakit.

“Normalnya kebutuhan kami 1.100 sampai 1.200 kantong per bulan. Tapi mulai Juni permintaan naik cukup tinggi, sehingga perputaran stok jadi lebih cepat. Sebagian besar memang dropping ke rumah sakit. Kalau RS sudah punya BDRS, pemeriksaannya mandiri, kami hanya mengirim darah, jadi penggunaan untuk pasien tidak kami ketahui secara detail,” ujar Fahmi.

Untuk rumah sakit yang masih menggantungkan pemeriksaan kompatibilitas melalui PMI, Fahmi menyebut pasien dengan penyakit dalam mendominasi kebutuhan transfusi. Kasus seperti Chronic Kidney Disease (CKD), thalasemia, dan anemia menjadi penyumbang permintaan terbesar, disusul oleh pasien dari bidang obstetri dan ginekologi, terutama ibu hamil dan ibu melahirkan.

Saat ini, UDD PMI Kota Pekalongan melayani sembilan rumah sakit di Kota Pekalongan serta delapan rumah sakit di wilayah sekitarnya. Untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut dan menjaga stok tetap stabil, PMI terus mengintensifkan kegiatan donor darah mobile sejak awal Agustus dengan menyasar berbagai instansi, perusahaan, dan komunitas.

0 Komentar