Kebakaran Hanguskan 5 Rumah di Kendal, 5 KK Terpaksa Mengungsi

Kebakaran Hanguskan 5 Rumah di Kendal, 5 KK Terpaksa Mengungsi
ABDUL GHOFUR. SUSURI PUING - Dua orang berjalan di tengah kepulan asap yang menyelimuti sisa-sisa bangunan rumah di Dukuh Dungasri Desa Kedungasri Kecamatan Ringinarum, Senin (10/8/2026) yang ludes terbakar dan rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Musibah kebakaran melanda Dukuh Dungsari, Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Senin (10/8/2026). Lima unit rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara dua bangunan lain ikut terdampak. Total lima kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kapolsek Gemuh Iptu Zarkoni mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, lima rumah mengalami kerusakan berat. Empat di antaranya ludes rata dengan tanah, yakni milik Faizin, rumah kosong milik Wafi alias Bapi, rumah Komsiyah, serta rumah Rohmad Paimin.

Sementara itu, rumah Sukirno yang diduga menjadi titik awal api mengalami kerusakan sekitar 90 persen. Dua rumah lainnya, milik Thamrin dan Maher, masing-masing mengalami kerusakan 40 persen dan 10 persen.

Baca Juga:Kebakaran Hantam Dua Titik di Kendal, 8 Rumah Ludes, Kerugian Capai Ratusan JutaHarga Tembakau Kendal Mulai Naik, Spekulan Berani Tebus Rp60 Ribu

“Kerugian material masih dalam proses pendataan bersama instansi terkait,” ujar Iptu Zarkoni kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Peristiwa nahas ini tidak hanya meratakan bangunan, tetapi juga menghanguskan seluruh isi di dalamnya. Perabot rumah tangga, pakaian, dokumen penting, hingga barang-barang berharga yang dikumpulkan bertahun-tahun lenyap dalam sekejap. Para korban kini harus rela kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda yang menjadi penopang kehidupan sehari-hari.

Api pertama kali terlihat muncul dari rumah Sukirno yang saat kejadian dalam keadaan kosong karena pemiliknya tengah berada di sawah. Warga sekitar sempat melihat kepulan asap sebelum api membesar dan merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya yang berdempetan. Kepadatan permukiman dan bahan bangunan berbahan kayu membuat proses perambatan api berlangsung sangat cepat.

Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi yang mendengar suara seperti ledakan lampu sesaat sebelum kobaran api muncul. Selain itu, tiupan angin kencang turut memperparah kondisi dengan mempercepat penyebaran api ke bangunan lain.

Meskipun kebakaran berlangsung dahsyat dan menimbulkan kerugian material yang signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kelima kepala keluarga yang terdampak kini harus menghadapi kenyataan pahit dengan mengungsi sementara sambil menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah serta instansi terkait.

0 Komentar