Panen Keempat Padi Biosalin di Lahan Eks Rob Pekalongan, Produktivitas di Atas Rata-Rata Nasional

Panen keempat padi biosalin
Wali Kota Pekalongan bersama Kepala KPwBI Tegal, Ketua MES Pekalongan dan jajaran Forkompimda saat melakukan panen keempat Padi Biosalin di Kelurahan Degayu.
0 Komentar

Selanjutnya, dimanfaatkan varietas padi tahan salin seperti Biosalin 1, Biosalin 2, dan IPB 11S BePe. Dukungan modernisasi pertanian juga diterapkan secara komprehensif melalui mekanisasi traktor tangan dan rice transplanter, hingga digital farming berbasis sensor tanah real-time serta drone sprayer untukmeningkatkan efisiensi dan akurasi input pertanian.

Hasilnya, produktivitas Biosalin mencapai sekitar 6,6 ton gabah per hektare. Angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas nasional yang disebut berada di kisaran 6,3 ton per hektare. Perluasan program juga diikuti bertambahnya jumlah petani yang terlibat. Jika sebelumnya pengembangan hanya melibatkan satu kelompok tani, kini telah berkembang menjadi empat kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 70 petani.

“Produktivitasnya juga dinilai sangat baik, mencapai sekitar 6,6 ton per hektar atau berada di atas rata-rata nasional yang sekitar 6,3 ton per hektar,” tutur Bimala.

Baca Juga:Muhammad Awaluddin: Ekosistem Terintegrasi Kunci Jasa Raharja Hadirkan Pelayanan Maksimal kepada MasyarakatPastikan Pelayanan Maksimal, Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Tidak hanya pada aspek teknologi dan produksi, program ini turut mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah dan green economy melalui penyerahan program wakaf produktif sebesar Rp74 juta. Dana yang dihimpun melalui kegiatan Syafaat x Bubur Suro 2026 ini merupakan hasil sinergi antara KPwBI Tegal, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, MES Kota Pekalongan, dan Dompet Dhuafa Jateng.

Bimala memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat. Harapan ke depan, keberhasilan percontohan (pilot project) Demfarm di Kelurahan Degayu ini dapat direplikasi di kawasan pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa.(nul)

0 Komentar