Dosen Unikal Gelar Edu-Health Terintegrasi, Bina Remaja Tangguh di Desa Api-Api

Dosen Unikal Gelar Edu-Health Terintegrasi, Bina Remaja Tangguh di Desa Api-Api
MALEKHA. BERFOTO - Civitas akademik Unikal bersama tim dan masyarakat Api-api.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan (Unikal) bersama mahasiswa menggelar program pemberdayaan berbasis kesehatan bagi Karang Taruna di Desa Api-Api, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan bertajuk “Pembentukan Remaja Tangguh” ini mengusung pendekatan Edu-Health terintegrasi, dengan fokus utama pada peningkatan pemahaman dan kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Sebanyak 20 pemuda dari Karang Taruna Palapa Jaya dilibatkan secara aktif dalam rangkaian kegiatan yang berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pengembangan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.

Baca Juga:RS Muhammadiyah Kendal Gratiskan Layanan Kesehatan untuk Peserta Muktamar NUMobil Kopdes Seruduk Pejalan Kaki di Batang, 4 Motor Ikut Rusak

Program ini merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus respons terhadap tantangan kesehatan remaja yang kerap terabaikan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Wahyuningsih, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode krusial yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, sosial, hingga kematangan fungsi reproduksi.

Menurutnya, pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi perlu ditanamkan sejak dini agar remaja mampu mencegah berbagai risiko masalah kesehatan dan membentuk perilaku hidup sehat yang berlanjut hingga dewasa.

“Oleh karena itu, pemahaman dan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi perlu ditanamkan sejak remaja sebagai upaya menjaga kesehatan, mencegah berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, serta membentuk perilaku hidup sehat hingga masa dewasa,” ujar Wahyuningsih.

Program Edu-Health yang dijalankan tidak hanya berisi penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dirancang dengan pendekatan partisipatif agar para peserta dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.

Diharapkan, anggota Karang Taruna Palapa Jaya tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menyebarkan kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat sekitar.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Unikal dalam program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi calon tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

Baca Juga:Modal Rp100 Juta dan Spekulasi Harga, Ini Tantangan Tengkulak Tembakau di KendalPembangunan KNMP Gempolsewu Dimulai, Bupati Kendal Targetkan Kesejahteraan Nelayan Naik Kelas

Dengan adanya program berkelanjutan semacam ini, diharapkan kesadaran kesehatan reproduksi tidak lagi menjadi isu tabu, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang diterapkan secara kolektif oleh generasi muda. (mal)

0 Komentar