Kecelakaan Maut di Patebon Kendal, Dua Pelajar MAN Tewas Usai Motor Salip di Lajur Lawan

Kecelakaan Maut di Patebon Kendal, Dua Pelajar MAN Tewas Usai Motor Salip di Lajur Lawan
ABDUL GHOFUR. KECELAKAAN - Kecelakaan dua sepeda motor terjadi di Jalan Mataram, Desa Kebonharjo, Patebon, Kendal. Dua pelajar tewas, satu lainnya luka berat, Jumat (21/8/2026) siang.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Dua pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal meninggal dunia dalam kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Mataram, Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Satu pelajar lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. Soewondo Kendal.

Korban jiwa dalam peristiwa ini adalah Muhammad Aditiya Putra (MAP), 15, warga Desa Sendang Dawung, Kecamatan Kangkung, serta Muhammad Fahri Faizullah (MFF), 14, warga Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh. Keduanya merupakan siswa kelas 10 MAN Kendal. Sementara korban selamat yang mengalami luka parah berinisial RW, 14, warga Desa Truko, Kecamatan Kangkung.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, menjelaskan bahwa kecelakaan berawal saat sepeda motor pertama melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang. Diduga pengendara mencoba mendahului kendaraan di depannya, sehingga kendaraan tersebut masuk ke lajur berlawanan.

Baca Juga:Panggung Rakyat PAN Banjir Warga, Pasar Murah hingga Hadiah MotorDPRD Kendal Godok Raperda Hiburan, Zonasi Religi dan Konservasi Jadi Sorotan

Pada saat yang bersamaan, sepeda motor yang dikendarai RW melaju dari arah barat. Jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat menyebabkan benturan frontal yang keras dan tidak dapat dihindari.

Akibat tabrakan, MAP meninggal di tempat kejadian, sementara MFF yang duduk di boncengan mengalami luka serius dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. RW langsung dilarikan ke RSUD dr. H. Soewondo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Petugas Satlantas Polres Kendal yang menerima laporan segera mendatangi lokasi. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membuat sketsa kecelakaan, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti seperti pecahan bodi dan helm.

“Kami juga memantau kondisi korban di rumah sakit. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti dan kronologi lengkap,” ujar Heru.

Polisi mengimbau seluruh pengendara, terutama pengguna sepeda motor, agar tidak memaksakan diri melakukan manuver mendahului di kondisi jalan yang rawan. Pengendara diingatkan untuk selalu menjaga jarak aman dan memastikan arus lalu-lintas dari arah berlawanan benar-benar kosong sebelum mengambil tindakan menyalip. Kasus ini menjadi pengingat keras akan risiko fatal dari pelanggaran aturan mendahului di jalan dua arah. (fur)

0 Komentar