KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius menggenjot budaya literasi hingga ke pelosok desa. Hal itu ditandai dengan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan dalam rangkaian Festival Literasi Kabupaten Pekalongan yang digelar belum lama ini.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Galuh Kirana Sukirman, ini menjadi bagian dari strategi penguatan gerakan literasi secara berjenjang. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga nantinya ditargetkan menyentuh tingkat desa.
“Alhamdulillah, ini kami juga mengadakan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan,” ujar Galuh.
Baca Juga:Tradisi Weh-Wehan Kaliwungu Didorong Masuk Kalender Event Nasional, Bupati: Warisan Leluhur yang Tak TernilaiKapolresta Batang Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Rencana Aksi 27 Agustus di Jakarta
Ia menjelaskan, pembentukan Bunda Literasi mengikuti pola berjenjang yang selaras dengan struktur di tingkat provinsi. Di Jawa Tengah, amanah Bunda Literasi Provinsi dipegang oleh Nawal Tajiasin, yang kemudian diteruskan ke kabupaten/kota, dan selanjutnya ke kecamatan.
“Dari Kabupaten Kota akan melantik Bunda-Bunda Literasi Kecamatan. Kemudian nantinya harus dilanjutkan oleh Bunda-Bunda Literasi Kecamatan untuk melantik Bunda-Bunda Literasi di tingkat desa,” jelasnya.
Galuh berharap, pola kerja berjenjang ini mampu memperluas jangkauan program literasi sehingga tidak hanya bergerak di tingkat kabupaten, melainkan benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput. Bunda Literasi Kecamatan diharapkan berperan sebagai ujung tombak sekaligus penghubung program literasi di wilayah masing-masing.
Penguatan gerakan ini dinilai sangat mendesak mengingat capaian literasi Kabupaten Pekalongan masih berada di posisi rendah. Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Pekalongan menempati peringkat kedua terendah untuk Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan peringkat pertama terendah untuk Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
“Jadi ini yang kami harus terus berkolaborasi, tidak bisa dilakukan hanya dari satu level saja, tetapi harus berjenjang sampai ke tingkat desa untuk meningkatkan IPLM dan TKM tersebut,” katanya.
Galuh juga menegaskan bahwa literasi bukan sekadar persoalan minat baca semata. Ia memiliki pengaruh lintas bidang kehidupan, sehingga upaya peningkatannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan melibatkan banyak pihak.
“Harapannya dengan adanya Festival Literasi ini bisa meningkatkan tingkat literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan dari segala bidang. Karena literasi itu sebenarnya tidak hanya berupa keinginan atau minat baca masyarakat, tetapi mempengaruhi semua bidang,” ungkapnya.
