BOJONG, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak ratusan siswa SMP Islam Yawapi Asy-Sya’ban Bojong mengikuti Kemah Bhakti OSIS dan Pramuka (KBOP) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (20/8) hingga Sabtu (22/8) lalu.
Kegiatan tahunan ini dipusatkan di Lapangan Olahraga Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, dan mengusung tema penguatan rasa tanggung jawab serta pembentukan karakter siswa.
Tema yang diangkat adalah “Dengan kegiatan KBOP kita tingkatkan rasa tanggung jawab dan membentuk karakter murid”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, di mana kecerdasan intelektual perlu diimbangi dengan kecerdasan emosional dan spiritual agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga:Tradisi Weh-Wehan Kaliwungu Didorong Masuk Kalender Event Nasional, Bupati: Warisan Leluhur yang Tak TernilaiKapolresta Batang Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Rencana Aksi 27 Agustus di Jakarta
Kepala SMP Islam Yawapi Asy-Sya’ban Bojong menegaskan bahwa KBOP bukan sekadar kegiatan rekreasi atau perkemahan biasa. Ia merupakan ajang pembinaan mental yang dirancang secara komprehensif dengan tiga tujuan utama: meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, melatih tanggung jawab pribadi dan sosial, serta membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan dibuka secara resmi melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah. Dalam amanatnya, ia menyampaikan motivasi sekaligus pesan penting kepada seluruh peserta yang berkumpul di lapangan.
“Saya meminta dan berharap agar seluruh peserta KBOP mengikuti kegiatan dengan semangat yang tinggi dari awal hingga akhir. Resapi setiap materi yang diberikan oleh kakak pembina. Dan yang tidak kalah penting, selalu jaga nama baik sekolah kita selama berada di bumi perkemahan ini,” tegasnya.
Selama tiga hari dua malam, para siswa digembleng dengan berbagai kegiatan kepramukaan, pelatihan kerja sama tim melalui organisasi OSIS, hingga aksi kepedulian lingkungan dengan menjaga kebersihan area perkemahan. Mereka juga dituntut untuk hidup mandiri di dalam tenda, mengelola waktu dan kebutuhan pribadi tanpa bergantung pada orang tua.
Penutupan berlangsung khidmat dengan upacara penutupan yang menjadi tanda berakhirnya rangkaian KBOP 2026. Pihak sekolah berharap nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama perkemahan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga terbentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (mal)
