Berkah Agustus, Grup Barongan Kendal Panen Job Hiburan Rakyat

Berkah Agustus, Grup Barongan Kendal Panen Job Hiburan Rakyat
ABDUL GHOFUR. ATRAKSI BARONGAN - Penampilan Singo Barong Laras Sekarjati, Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, menyedot perhatian warga dalam pertunjukan kesenian tradisional di Kabupaten Kendal.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Bulan kemerdekaan membawa berkah tersendiri bagi pelaku kesenian tradisional di Kabupaten Kendal. Memasuki Agustus, panggung-panggung hiburan rakyat kembali ramai dipesan untuk memeriahkan berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Grup kesenian barongan pun kebanjiran tanggapan dari berbagai penjuru daerah.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh Grup Singo Barong Laras Sekarjati dari Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel. Sepanjang Agustus ini, grup kesenian yang dipimpin oleh Sukesman itu mendapat sejumlah undangan pentas dari berbagai tempat, baik di dalam maupun luar kecamatan.

“Tiap bulan Agustus tanggapan selalu ramai. Rata-rata kami bisa mendapat tiga atau empat job, bahkan bisa lebih,” ujar Sukesman kepada Radar Pekalongan, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:Knalpot Brong Berisik, Lima Pengendara Motor Ditilang Polisi di Jalur Pantura KendalHarga Beras di Kendal Tembus Rp16 Ribu per Kg, Panen Menyusut Jadi Pemicu

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan emas bagi kelompok kesenian tradisional untuk kembali tampil di tengah masyarakat setelah sekian lama. Antusiasme warga terhadap hiburan tradisional masih cukup tinggi, terutama ketika pertunjukan digelar dalam rangkaian pesta rakyat, acara desa, maupun kegiatan lingkungan.

Namun, ramainya panggung Agustusan tidak membuat pelaku seni terlena. Persaingan antargrup justru mendorong setiap kelompok untuk terus mempertahankan identitas dan ciri khas masing-masing agar tidak ditinggalkan penonton.

Pelatih Grup Singo Barong Laras Sekarjati, Agus Dwi, mengatakan kreativitas menjadi kunci utama agar kesenian tradisional tetap diminati masyarakat di tengah gempuran hiburan modern. Menurutnya, pertunjukan tidak cukup hanya mengandalkan barongan dan jaranan saja.

“Harus menjaga ciri khas masing-masing. Yang ditampilkan juga harus beragam, tidak hanya barongan dan jaranan, tetapi ada dawangan, manuk beri, burok dan lainnya,” tegas Agus.

Ia menyebut kesenian barongan masih menjadi salah satu hiburan tradisional yang merakyat di Kendal. Hampir setiap kecamatan memiliki kelompok kesenian serupa, bahkan jumlahnya lebih dari satu grup di sejumlah wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa akar budaya tradisional masih kuat tertanam di masyarakat Kendal.

Daya tarik barongan juga terlihat dari antusiasme anak-anak dan remaja. Mereka tidak sekadar menyaksikan pertunjukan dari kejauhan, tetapi ikut berjoget mengikuti irama musik dan aksi para pemain yang enerjik di atas panggung.

0 Komentar