Pekan Raya Kajen 2026 Dibuka, Plt Bupati Tekankan Bebas Pungli dan Penguatan UMKM

Pekan Raya Kajen 2026 Dibuka, Plt Bupati Tekankan Bebas Pungli dan Penguatan UMKM
TRIYONO. DIBUKA - Plt Bupati Pekalongan Sukirman secara simbolis membuka Pekan Raya Kajen.
0 Komentar

Sukirman juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki regulasi dan memastikan pelaku UMKM terbebas dari pungutan liar. Ia menyebut Pemkab Pekalongan telah membentuk satuan tugas dan menyediakan kanal pengaduan yang dapat digunakan pedagang apabila menemukan adanya pungutan di luar ketentuan yang merugikan.

“Saya berharap tidak ada lagi pungli! Tidak ada lagi kemudian pungutan-pungutan di luar pungutan ataupun tarif resmi yang ada di peraturan daerah,” tegasnya dengan nada mantap.

Sukirman berharap penguatan UMKM dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, berkembangnya UMKM akan turut mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia, menurunkan tingkat pengangguran, serta menekan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga:Harga Beras di Kendal Tembus Rp16 Ribu per Kg, Panen Menyusut Jadi PemicuKekeringan Landa 511 Hektare Lahan Pertanian di Batang, 153 Hektare Gagal Panen

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt. Kepala Dinkop UKM Naker Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, dalam laporannya mengatakan PRK 2026 mengusung tema “UMKM Maju, Bersatu, dan Berkarya”.

“Pekan Raya Kajen 2026 menjadi ajang integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan UMKM, seni budaya, serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan skala usaha UMKM lokal, menarik wisatawan, memperluas kemitraan bisnis dan investasi, serta menjadi wadah apresiasi budaya dan kreativitas generasi muda.

Masruroh mengungkapkan bahwa PRK 2026 menghadirkan berbagai zona, mulai dari pelayanan publik, UMKM dan produk unggulan, bisnis dan investasi, ekonomi kreatif, wahana dan PKL, hingga produk unggulan dari kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.

Selain pameran, kegiatan juga diramaikan dengan Festival Kuliner Legendaris dan Bazar Produk Unggulan UMKM, pagelaran seni budaya, lomba manual brewing coffee, lomba video reels, lomba mewarnai dan tari kreasi anak, serta PKK Idol 2026.

“Tahun ini, terdapat 85 tenda ukuran 3×3 meter dan 19 tenda ukuran 5×5 meter yang digunakan untuk berbagai zona pameran dan bazar. Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan 2026, sponsorship, serta partisipasi pengisi PRK,” jelas Masruroh.

Pada pembukaan tersebut, Pemkab Pekalongan memberikan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal sebagai Kolaborator Terbaik atas dukungannya terhadap pemberdayaan dan pengembangan UMKM Klaster Kopi Kabupaten Pekalongan, serta penghargaan kepada Mercy Corps Indonesia sebagai Fasilitator Terbaik atas kontribusinya dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan ketahanan iklim.

0 Komentar