Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati, mengungkapkan bahwa karya peserta nantinya diarahkan untuk dibukukan dalam bentuk antologi cerpen. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki minat menulis untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Anak-anak ini kita fasilitasi. Saya senang anak-anak muda itu pada giat menulis. Nanti cerpen itu kita bukukan sebagai antologi,” ungkapnya.
Perwakilan FANTATIK, Muhammad Narendra Prayata, menyatakan keikutsertaan anak-anak dalam bimtek menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi. Baginya, literasi tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk karya.
Baca Juga:Truk Mangkal di Exit Tol Kandeman Batang, Dishub Siapkan E-Parking QRISCukup Memuaskan? Ramalan Keuangan Zodiak 28 Agustus 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Selain meningkatkan literasi dengan membaca, setelah membaca apa yang bisa kita aplikasikan? Contohnya dengan cerpen, kita membuat cerpen. Jadi setelah membaca satu cerpen, kita bisa mengaplikasikannya dengan membuat cerpen sendiri,” terangnya.
FANTATIK mendorong anak-anak di Kota Pekalongan meluangkan waktu tanpa gawai, baik satu jam maupun satu hari, untuk membaca, menulis, bermain, serta berinteraksi langsung bersama keluarga dan teman.
“Kita mengajak anak-anak semua di Kota Pekalongan untuk melakukan program satu jam tanpa gadget atau satu hari tanpa gadget. Meluangkan waktu untuk literasi, berkumpul dengan keluarga, bermain bersama secara offline,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, FANTATIK mengikutsertakan 13 anak sebagai perwakilan. Narendra berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada anak-anak lainnya.
“Harapannya bagi teman-teman dan bagi saya sendiri, kita bisa menyalurkan ide-ide dan pelajaran dari sini kepada anak-anak, karena kita sebagai Forum Anak adalah menjadi jembatan antara anak dengan pemerintah,” tutupnya. (nul)
