PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Upaya menghidupkan literasi sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda terus didorong melalui kegiatan kreatif di Kota Pekalongan. Salah satunya dengan membekali anak-anak dan remaja keterampilan menulis cerpen yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah.
Bimbingan Teknis Menulis Cerpen Muatan Lokal digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Dimurti, Jalan Mangga, Binagriya, Kota Pekalongan. Kegiatan ini diikuti perwakilan Forum Anak Kota Batik (FANTATIK) serta diresmikan oleh Bunda Literasi Kecamatan Pekalongan Barat, Sri Windu Ningsih, dan dihadiri Bunda Literasi Kelurahan Pringrejo, Chamidah.
Sri Windu menyatakan, penulisan cerpen menjadi cara kreatif untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Menurutnya, kearifan lokal tidak hanya berupa cerita rakyat, tetapi juga tradisi, nilai-nilai luhur, dan kebudayaan daerah yang perlu dirawat dan dilestarikan.
Baca Juga:Truk Mangkal di Exit Tol Kandeman Batang, Dishub Siapkan E-Parking QRISCukup Memuaskan? Ramalan Keuangan Zodiak 28 Agustus 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Kearifan lokal itu kan dapat berupa cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai luhur, kemudian kebudayaan daerah. Semuanya itu perlu kita rawat, perlu kita hidupkan dan dilestarikan,” katanya.
Ia menilai, melalui cerpen, nilai-nilai budaya dapat dikemas lebih menarik sehingga mudah dipahami dan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Mahfud, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian kelima dari rangkaian kegiatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bimtek bertujuan memberikan pemahaman teknik menulis cerpen yang baik kepada masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan.
“Diharapkan dengan adanya bimtek ini masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan, bisa mengembangkan bagaimana cara menulis cerpen yang baik, kemudian bisa dikonsumsi untuk khalayak umum,” ujarnya.
Mahfud menambahkan, Dinarpus akan melanjutkan kolaborasi dengan Forum Anak melalui berbagai kegiatan positif selama liburan sekolah. Kegiatan penulisan cerpen dapat dikembangkan sebagai agenda lanjutan agar ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada bimtek, tetapi dapat ditularkan kepada anak-anak lainnya.
Di tengah derasnya arus informasi media sosial, Mahfud mengingatkan generasi muda agar semakin cakap berliterasi. Masyarakat diimbau memilah informasi serta memastikan kebenaran dan manfaatnya sebelum membagikan.
“Kita mengimbau masyarakat kaitannya dengan medsos, bisa memilah, memilih, dan mengambil berita yang positif. Jangan sampai asal langsung share berita tersebut. Kita kaji dulu sebelum dibagikan,” tandasnya.
