“Saya punya lahan durian, tanaman durian premium kurang lebih 600-an pohon. 600-an pohon itu kalau milik saya sendiri kurang lebih hanya sekitar 4 hektar,” kata Saronto.
Selain kebun milik sendiri, Saronto juga turut mengelola sejumlah kebun durian milik warga bersama keluarganya, sehingga total produksi durian yang dikelola cukup signifikan untuk memasok kebutuhan konsumen lokal maupun luar daerah.
Dengan potensi tersebut, durian lokal Doro tidak hanya berpeluang menjadi komoditas musiman, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekonomi dan wisata berbasis durian.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Uji Kelayakan Beras Bantuan Pangan untuk 39 Ribu KPMKebakaran Hutan Jati Weleri, TNI dan Warga Bahu-membahu Padamkan Api
Keberadaan varietas lokal seperti Mingsri menjadi salah satu kekayaan yang bisa terus dikenalkan kepada pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong kebanggaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal. (yon)
