“Kalau nanti durian Mingsri ini masih ada, saya ikut sertakan. Karena pas begitu festival ini biasanya duriannya sudah pada habis,” katanya.
Ia menyebut kemunculan buah di luar musim tersebut oleh masyarakat setempat dikenal sebagai musim “teranjalan”, sebuah fenomena alam yang membuat durian lokal dapat dinikmati di luar periode panen utama.
Untuk harga, durian lokal yang dijual di KDM saat ini berada pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung kualitas buah.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Uji Kelayakan Beras Bantuan Pangan untuk 39 Ribu KPMKebakaran Hutan Jati Weleri, TNI dan Warga Bahu-membahu Padamkan Api
“Kalau durian itu tergantung dari kualitasnya. Walaupun kecil kalau kualitasnya bagus harganya ya mahal,” kata Saronto.
Khusus Durian Mingsri, harganya saat ini masih sekitar Rp75 ribu per buah karena belum masuk dalam festival durian.
“Ini masih standar. Karena belum masuk festival. Kalau sudah masuk festival, kalau dapat juara ya per kilo nanti harganya,” ujarnya.
Kedai Durian Madu atau KDM sendiri merupakan usaha milik Saronto yang telah beroperasi di Desa Rogoselo. Nama KDM merupakan singkatan dari Kedai Durian Madu. Saronto menegaskan bahwa KDM mengutamakan kualitas durian yang ditawarkan kepada konsumen.
“Kualitasnya. Kualitas duriannya. Saya jamin kualitas durian. Jajan durian di sini tidak manis, ditukar,” tegasnya.
Panen durian lokal di wilayah tersebut mulai berlangsung sejak awal Agustus. KDM biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Sementara periode yang disebut paling ramai adalah saat perayaan tahun baru.
Menurut Saronto, permintaan durian dari KDM tidak hanya datang dari pengunjung yang makan langsung di lokasi, tetapi juga dari konsumen yang memesan untuk dikirim ke luar daerah. Ia mencontohkan seorang pelanggan dari Jakarta yang awalnya mencoba empat buah durian saat berkunjung.
Baca Juga:Pemkab Batang Jamin 17 Ribu Hektare Sawah Tetap Lestari di Tengah IndustriDua Penghuni Rumah di Kendal Ditemukan Tewas, Anak 7 Tahun Alami Luka Kekerasan
Karena merasa cocok dengan kualitas dan rasanya, pelanggan tersebut kemudian memesan secara rutin hingga dua kali dalam seminggu melalui jasa travel. “Kebanyakan peminat duren ini daerah Pemalang,” ujarnya.
Potensi durian di Rogoselo juga terlihat dari lahan yang dikelola Saronto. Ia menyebut memiliki sekitar 600 pohon durian premium yang ditanam di lahan miliknya sendiri seluas kurang lebih empat hektare.
