SDN Podosugih 01 Luncurkan "Rabu Menyala", Kenalkan Lagu Daerah ke Murid

SDN Podosugih 01 Luncurkan \"Rabu Menyala\", Kenalkan Lagu Daerah ke Murid
MALEKHA. INOVASI - SD Negeri Podosugih 01 Kota Pekalongan menghadirkan inovasi pembiasaan baru bagi para muridnya melalui program bernama “Rabu Menyala” (Menyanyikan Lagu Daerah/Nusantara).
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — SD Negeri Podosugih 01 Kota Pekalongan menghadirkan terobosan baru dalam upaya pelestarian budaya melalui program pembiasaan rutin bertajuk “Rabu Menyala”, singkatan dari Menyanyikan Lagu Daerah/Nusantara.

Program yang mulai diterapkan pada tahun 2026 ini dirancang sebagai sarana pengenalan kekayaan budaya Indonesia kepada para murid melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Kepala SD Negeri Podosugih 01, Resti Pramita, menjelaskan bahwa Rabu Menyala dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembiasaan pagi. Setelah doa bersama di halaman sekolah, seluruh murid dari kelas I hingga VI diajak menyanyikan lagu daerah atau lagu Nusantara secara bersama-sama sebelum memulai kegiatan pembelajaran di kelas.

Baca Juga:Pemkab Batang Jamin 17 Ribu Hektare Sawah Tetap Lestari di Tengah IndustriDua Penghuni Rumah di Kendal Ditemukan Tewas, Anak 7 Tahun Alami Luka Kekerasan

“Lagu yang dinyanyikan berganti-ganti sehingga murid tidak hanya mengenal satu atau dua lagu, tetapi semakin banyak mengenal lagu daerah dari berbagai wilayah Indonesia,” jelas Resti.

Lebih dari sekadar kegiatan bernyanyi, program ini dilengkapi dengan pendekatan edukatif yang mendalam. Para guru tidak hanya mengajarkan melodi dan lirik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai asal daerah, latar belakang sejarah, makna, hingga nilai budaya yang terkandung dalam setiap lagu. Informasi tersebut disampaikan secara interaktif, baik sebelum maupun sesudah kegiatan bernyanyi berlangsung.

Resti menegaskan bahwa strategi ini menjadi upaya sekolah agar pengenalan budaya tetap relevan dengan kehidupan anak-anak di era modern. Di tengah derasnya arus budaya populer dan lagu-lagu kekinian yang mudah diakses melalui media sosial, sekolah ingin memberikan keseimbangan bagi murid.

“Kami tidak bermaksud membatasi murid untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi ingin memberikan keseimbangan. Harapannya, budaya Nusantara tetap dekat dengan kehidupan murid dan menjadi bagian dari identitas yang mereka kenal, cintai, dan banggakan,” kata Resti.

Program Rabu Menyala menyasar seluruh murid dari kelas I hingga VI. Dalam pelaksanaannya, para guru secara kreatif menyesuaikan pilihan lagu dan materi pengenalan dengan usia serta tingkat pemahaman murid, terutama bagi peserta didik di kelas rendah yang membutuhkan pendekatan lebih visual dan interaktif.

Sejauh ini, program tersebut mendapat respons yang sangat positif dari para murid. Suasana bernyanyi bersama yang komunal terbukti menciptakan atmosfer menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antarmurid. Di sisi lain, sisipan informasi mengenai asal dan makna lagu justru berhasil memantik rasa ingin tahu dan ketertarikan murid terhadap budaya daerah lain.

0 Komentar