Ancaman PHK Ratusan Buruh PT APF Kendal, Said Iqbal Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Ancaman PHK Ratusan Buruh PT APF Kendal, Said Iqbal Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
ABDUL GHOFUR. TERANCAM PHK - Ratusan buruh PT APF Kaliwungu, Kendal, kini menghadapi ancaman PHK masal akibat penurunan kapasitas produksi pabrik dan sangat mengharapkan intervensi nyata dari pemerintah, Minggu (30/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal membayangi hampir 900 pekerja di pabrik tekstil PT Asia Pacific Fiber (APF) yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Penurunan kapasitas produksi pabrik yang menyusut drastis hingga menyisa 30 persen menjadi alasan utama krisis ketenagakerjaan ini terjadi.

Kondisi kritis tersebut memicu perhatian serius dari Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Saat berkunjung langsung ke lokasi pabrik pada Minggu (30/8/2026), Said memantau kondisi operasional perusahaan sekaligus memastikan penanganan dini agar terhindar dari gelombang PHK.

“Ada dua tujuan saya datang ke sini. Pertama melakukan deteksi dini (early warning), memastikan operasional perusahaan APF berjalan sesuai harapan pemerintah, negara, pengusaha, dan buruh, serta terhindar dari PHK,” tegas Said Iqbal di Kendal.

Baca Juga:Meteran Listrik Korslet, Rumah Kayu Jati di Margosari Kendal Ludes TerbakarSemakin Dekat? Ramalan Cinta Zodiak Besok 1 September 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer

Menurut Said, hambatan regulasi dari kementerian terkait termasuk Kementerian Keuangan, menjadi salah satu pemicu terganggunya operasional APF. Padahal, industri di sektor hulu polyester ini tergolong strategis bagi ekosistem industri tekstil nasional.

“Kalau sampai PT APF yang sudah beroperasi ini tidak diberi bantuan pemerintah dan diselamatkan operasionalnya, maka bisa terjadi penutupan perusahaan dan PHK. Ini yang kita tidak mau,” lanjutnya.

Said berjanji akan segera melaporkan persoalan ini secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, serta berkoordinasi dengan Menko dan pimpinan DPR RI. Langkah ini sejalan dengan program reindustrialisasi Presiden Prabowo untuk membangkitkan kembali industri tekstil dan pakaian jadi (garment) yang berpotensi menyerap hingga 500 ribu tenaga kerja.

Sementara itu, Presiden Direktur PT APF, Vasudevan Ravi Shankar, mengakui bahwa restrukturisasi dan bantuan modal kerja sangat mendesak agar pabrik bisa kembali beroperasi penuh.

“Perlu diperhatikan adalah soal restrukturisasi, karena APF merupakan salah satu pilar di industri tekstil. Kami tidak menyerah dan tetap berusaha bertahan berproduksi,” kata Vasudevan.

Harapan serupa disampaikan oleh Ketua Serikat Pekerja Mandiri APF, Ahmad Paidi. Mewakili 899 karyawan yang menggantungkan hidupnya di pabrik tersebut, ia mendesak pemerintah agar memberikan intervensi nyata berupa suntikan modal bagi perusahaan.

0 Komentar