49 Desa di Kendal Ikut Program Satu Desa Satu Sarjana, 29 Industri Kucurkan Beasiswa Polifurneka

49 Desa di Kendal Ikut Program Satu Desa Satu Sarjana, 29 Industri Kucurkan Beasiswa Polifurneka
ABDUL GHOFUR. BEASISWA - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan keterangan terkait kesuksesan program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana saat ditemui awak media di KIK, Senin (31/8/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Akses pendidikan tinggi bagi warga Kabupaten Kendal kian terbuka lebar. Memanfaatkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan sektor swasta, sebanyak 49 desa resmi bergabung dalam program “Satu Desa Satu Sarjana” dengan menyulut potensi warganya berkuliah di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal.

Program strategis ini dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berprestasi tetap bisa merasakan bangku kuliah.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan hal tersebut saat menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Polifurneka Kendal Tahun Ajaran 2026/2027 di Kawasan Industri Kendal (KIK), Senin (31/8/2026).

Baca Juga:Salah Masuk Desil Kesejahteraan? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan Data Melalui SIKS-NGPembangunan Sekolah Rakyat di Batang Segera Dimulai, Lahan dan Dokumen Resmi Siap

Menurut Bupati Dyah, penguatan kualitas SDM tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan beasiswa.

“Terima kasih kepada pihak politeknik dan seluruh perusahaan yang telah berkolaborasi menyediakan biaya beasiswa bagi anak-anak kurang mampu tetapi memiliki prestasi tinggi,” ujar Bupati Dyah.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Kendal siap memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar daerah, demi mendukung percepatan pembangunan daerah.

Dukungan nyata tak hanya datang dari pemerintah. BAZNAS Kendal turut berkontribusi dengan memberangkatkan 50 mahasiswa penerima bantuan pendidikan tahun ini. Di sisi lain, dunia industri memperlihatkan komitmen kuat terhadap pendidikan vokasi. Sebanyak 29 perusahaan industri dipastikan turun tangan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Polifurneka pada 2026.

Direktur Polifurneka Kendal, Dr. Peni Shoffiyati, membeberkan bahwa kampus menampung 209 mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027, di mana 60 persen di antaranya merupakan putra-putri daerah asli Kabupaten Kendal.

“Dukungan 29 industri ini bukan sekadar investasi, melainkan kontribusi nyata bagi masa depan vokasi di Indonesia. Kami siap mencetak SDM industri yang kompeten dan siap kerja, terutama di bidang industri furnitur,” pungkas Peni. (fur)

0 Komentar