Dorong Pupuk Organik Mandiri, Fakultas Pertanian Unikal Terapkan Mesin Pencacah di Wonopringgo

Dorong Pupuk Organik Mandiri, Fakultas Pertanian Unikal Terapkan Mesin Pencacah di Wonopringgo
MALEKHA. FOTO- Civitas akademika Unikal berfoto bersama dengan masyarakat WONOPRINGGO.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan (Unikal) menerapkan inovasi teknologi pencacahan dan pengayakan untuk mendongkrak efisiensi produksi pupuk organik berbasis kotoran ternak di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Modernisasi alat pengolahan pupuk ini direalisasikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan Kelompok Tani Budidaya dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Wonopringgo.

Ketua Tim PKM Unikal, Farchan Mushaf Al Ramadhani, S.T., M.P., menjelaskan bahwa introduksi mesin pencacah dan pengayak ini mereduksi durasi pemrosesan limbah ternak tradisional sehingga menghasilkan tekstur pupuk yang lebih remah dan berkualitas tinggi.

Baca Juga:Pakai Rontgen Portabel, Dinkes Batang Temukan 59 Kasus TBC Tersembunyi di Pemukiman WargaCegah Judi Online, Kalapas Plantungan Kendal Sidak HP Milik Petugas dan Peserta Magang

“Melalui program ini, Fakultas Pertanian Unikal memperkenalkan dan menerapkan teknologi pencacahan dan pengayakan untuk membantu meningkatkan efisiensi proses produksi pupuk organik,” kata Farchan, Rabu (9/9/2026).

Farchan menambahkan, mekanisasi pengolahan limbah kotoran ternak ini diproyeksikan mampu meningkatkan volume produksi pupuk organik secara mandiri di tingkat kelompok tani, sekaligus mengurangi ketergantungan petani lokal pada pupuk kimia sintesis.

Program pemberdayaan agribisnis pedesaan ini terealisasi berkat dukungan dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dengan diterapkannya teknologi ini, kawasan Wonopringgo diharapkan dapat menjadi sentra percontohan pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah lokal di Kabupaten Pekalongan. (mal)

0 Komentar