Hadapi Bonus Demografi, Pemkab Kendal Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Hadapi Bonus Demografi, Pemkab Kendal Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
ABDUL GHOFUR. SAMPAIKAN MATERI - Ketua KNPI Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, saat menyampaikan materi seminar kewirausahaan, Selasa (8/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mendorong generasi muda di wilayahnya untuk bertransformasi dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) guna mengoptimalkan peluang bonus demografi puncak yang diproyeksikan terjadi pada rentang 2030–2041.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui sosialisasi program Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda (Semanis Kamu) yang digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal di Sukorejo, Selasa (8/9/2026).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) pemuda menjadi kunci utama agar lonjakan usia produktif tidak berakhir menjadi beban sosial, melainkan menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Baca Juga:Mencegah Kebakaran dan Gas Metana, DLH Pekalongan Targetkan 90 Persen TPA Degayu Ditutup GeomembranAnggota DPRD Kendal Mora Sandhy Ditetapkan Tersangka, Status Keanggotaan Tunggu Sikap Golkar

“Kalau kita tidak bisa mempersiapkan SDM, bonus demografi ini tentunya akan menjadi persoalan kita bersama,” ujar Bupati yang akrab disapa Tika tersebut.Kepala Disporapar Kendal, Mardi Eddy Susilo, menambahkan bahwa generasi muda memegang peranan krusial sebagai penggerak pembangunan saat ini melalui aksi nyata di bidang ekonomi kreatif, pertanian, pariwisata, hingga perdagangan.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kendal, Nattaya Kenenza, yang mengajak para milenial memanfaatkan peluang bisnis mikro berbasis kebutuhan harian seperti sektor kuliner, fashion, serta pemasaran digital.

Melalui sinergi pelatihan bertahap ini, Pemkab Kendal menargetkan lahirnya wirausahawan muda mandiri dari tingkat kecamatan yang mampu memutar roda perekonomian lokal secara berkelanjutan. (fur)

0 Komentar