KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyiapkan langkah intervensi pasar menyikapi lonjakan harga beras yang mulai menembus angka Rp 16.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional.
Intervensi berupa operasi pasar murah akan disalurkan secara fokus ke wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga paling tinggi guna menjaga daya beli warga.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menegaskan bahwa meski harga di tingkat pedagang berada di atas batasan normal, ketersediaan pasokan beras di Kendal dipastikan aman.
Baca Juga:Jangan Impulsif! Ramalan Keuangan Zodiak 11 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesMenjanjikan? Ramalan Keuangan Zodiak Jumat 11 September 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio
“Kalau memang nanti kita butuhkan intervensi berupa operasi pasar di wilayah-wilayah yang memang mengalami kenaikan yang signifikan, nanti kita intervensi dengan operasi pasar,” tegas Pandu di Kelurahan Jotang, Kecamatan Kendal, Rabu (9/9/2026).
Pandu menguraikan, neraca pangan Kendal sejatinya berada dalam kondisi kuat dengan catatan surplus produksi beras sekitar 30 persen di atas kebutuhan pokok masyarakat. Cadangan hasil panen musim sebelumnya juga dinilai mencukupi hingga musim panen berikutnya.
Sementara itu dari tingkat produsen, kenaikan harga beras berbanding lurus dengan melonjaknya harga gabah kering di tingkat petani akibat keterbatasan produksi selama musim kemarau.
Makruf Sudiharjo, petani asal Kelurahan Jotang, mengungkapkan harga gabah kering melonjak dari Rp 600.000 menjadi Rp 800.000 per kuintal. Meski kuantitas panen menyusut akibat cuaca kering, kualitas bulir padi yang dihasilkan justru meningkat karena pasokan air lancar dan minim serangan hama. (fur)
