PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan terus mendorong transformasi fungsi Perpustakaan Daerah (Perpusda) tidak hanya sebagai tempat membaca buku, melainkan arena belajar kreatif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam momentum peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap tanggal 14 September, melalui penerimaan kunjungan edukatif puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini.
Kabid Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Mahfud, menegaskan bahwa fasilitas perpusda kini dirancang inklusif untuk melayani seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, SD, hingga perguruan tinggi.
Baca Juga:Tuntut Transparansi Dana Desa dan Usut Bantuan Traktor, Warga Bulak Kendal Gelar Audiensi di Balai DesaDiakui Gol A Gong, Rekam Jejak Bunda Literasi Batang Faelasufa Dilirik Jadi Penerus Duta Baca Indonesia
“Diharapkan perpustakaan bisa menjadi arena belajar. Jadi bukan hanya menyediakan buku saja, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan belajar dan praktik,” ujar Mahfud di Perpusda Kota Pekalongan.
Mahfud menjelaskan, guna menyambut para pengunjung cilik, Dinarpus telah melengkapi fasilitas dengan penyediaan buku bacaan anak, kegiatan senam bersama, serta pemutaran tayangan edukatif berbasis multimedia.
Sementara itu, Kepala RA Muslimat NU Masyithoh 20 Bumirejo, Laili Muniroh, menyampaikan bahwa memboyong 65 siswanya ke perpustakaan merupakan langkah konkret untuk mengenalkan buku fisik serta menekan ketergantungan gawai pada anak sejak dini.
Pihak sekolah berharap pengenalan fasilitas literasi daerah secara interaktif ini mampu memupuk kegemaran membaca dan membentuk karakter anak yang mencintai ilmu pengetahuan. (mal)
