Tekan Risiko Kecelakaan Laut, Nelayan Kendal Dibekali Aplikasi Digital dan Cuaca Maritim

Tekan Risiko Kecelakaan Laut, Nelayan Kendal Dibekali Aplikasi Digital dan Cuaca Maritim
ABDUL GHOFUR. SEKOLAH CUACA - Nelayan mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Gempolsewu, Kendal, dibekali informasi cuaca maritim dan teknologi digital, Senin (28/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Puluhan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dibekali pemahaman literasi cuaca maritim serta pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang keamanan dan efisiensi saat melaut.

Edukasi tersebut diselenggarakan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang melalui program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Balai Desa Gempolsewu, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi atas kerja sama dengan Komisi V DPR RI tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri dari nelayan lokal, penyuluh perikanan, serta koordinator kelompok nelayan.

Baca Juga:Sidang Kasus Padepokan Padang Ati Pekalongan Memasuki Pembuktian, JPU Siapkan 7 Saksi187 Kursi Jabatan Kosong, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Lanjutkan Penataan Pejabat

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup analisa gelombang laut, pola arah angin, serta navigasi cuaca ekstrem.

Selain itu, peserta dikenalkan pada platform digital Indonesia Weather Information for Fishermen (Inawis) guna mendeteksi titik zona potensi penangkapan ikan (fishing ground).

“Sebelum melaut, nelayan memantau informasi cuaca terkini dan peta sebaran potensi ikan melalui aplikasi Inawis. Dengan pemetaan ini, keputusan melaut menjadi lebih terukur,” kata Taruna di Kendal.

Langkah digitalisasi ini dinilai vital mengingat mayoritas armada tangkap di Kabupaten Kendal didominasi kapal berukuran di bawah 5 Gross Tonage (GT) yang rentan terhadap cuaca buruk.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, menambahkan bahwa penguasaan teknologi digital membantu mengikis ketergantungan nelayan pada metode naluri tradisional semata. Pemanfaatan data real-time diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut sekaligus mendongkrak volume hasil tangkapan.

0 Komentar