RADARPEKALONGAN.ID – Kenapa orang China menghindari angka 13? Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena angka 13 bukan angka tabu utama dalam budaya Tionghoa, berbeda dengan angka 4 yang lebih sering dihindari karena bunyinya menyerupai kata “mati”.
Jika sebagian orang Tionghoa menganggap angka 13 membawa kesialan, hal itu biasanya berkaitan dengan pengaruh budaya Barat atau perhitungan 1 + 3 yang menghasilkan angka 4.
Menariknya, angka 13 juga memiliki penafsiran positif dalam sebagian pandangan budaya Tionghoa.
Baca Juga:Hari Baik Nikah dalam Islam Menurut Al-Quran dan Hadis, Lengkap dengan Syarat Sah Menikah!Hari Baik Menjual Ternak Menurut Tanggalan Umum agar Cepat Laku! Kamu Wajib Tahu
Kenapa Orang China Menghindari Angka 13?
Ada beberapa alasan mengapa angka 13 dianggap kurang baik oleh sebagian orang Tionghoa.
Namun, kepercayaan tersebut tidak berlaku secara merata dan tidak bisa dijadikan gambaran tentang pandangan seluruh masyarakat Tionghoa.
1. Pengaruh kepercayaan dari budaya Barat
Di sejumlah budaya Barat, angka 13 telah lama dikaitkan dengan kesialan.
Salah satu cerita yang sering dihubungkan dengan kepercayaan ini adalah Perjamuan Terakhir dalam tradisi Kristen, yang dihadiri oleh Yesus dan 12 muridnya, termasuk Yudas yang dikenal sebagai pengkhianat.
Dari cerita tersebut, angka 13 kemudian diasosiasikan dengan kejadian buruk oleh sebagian masyarakat Barat.
Kepercayaan ini berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penamaan lantai gedung dan nomor kamar.
Pengaruh budaya internasional turut membuat pandangan tersebut dikenal di Tiongkok.
Hotel, apartemen, dan gedung perkantoran yang melayani pengunjung dari berbagai negara terkadang ikut menghindari angka 13 untuk mengurangi kekhawatiran atau ketidaknyamanan tamu.
Baca Juga:Hari Baik Menjual Ternak Menurut Primbon Jawa agar Transaksi Lebih Lancar dan membawa RezekiHari Baik Menjual Emas Perhiasan Menurut Tanggalan Umum agar Lebih Untung! Simak Waktu dan Tipsnya
Dengan demikian, penghindaran angka 13 tidak selalu mencerminkan kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa.
Dalam sejumlah kasus, hal tersebut justru merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebiasaan internasional.
2. Angka 13 dikaitkan dengan angka 4
Alasan lainnya berasal dari cara sebagian orang menafsirkan angka 13 melalui penjumlahan sederhana, yaitu 1 + 3 = 4.
Hubungan ini membuat angka 13 dianggap memiliki kaitan dengan angka 4 yang dikenal kurang disukai dalam budaya Tionghoa.
Dalam bahasa Mandarin, angka 4 dibaca sì, sedangkan kata yang berarti “mati” dibaca sǐ.
Kedua kata tersebut memiliki bunyi yang mirip, sehingga angka 4 kerap diasosiasikan dengan kematian atau kesialan.
Bagi sebagian orang yang memperhatikan simbol angka dan praktik feng shui, hubungan tersebut dapat menjadi alasan untuk menghindari angka 13. Meski begitu, anggapan ini bukan aturan yang diikuti semua orang Tionghoa.
