Dua Rumah Warga di Wonokerto Pekalongan Rusak Diterpa Angin Puting Beliung
KAJEN, Radarpekalongan.id – Angin puting beliung menghajar sejumlah rumah warga di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/12/2022). Sebanyak 2 rumah...
KAJEN, Radarpekalongan.id – Angin puting beliung menghajar sejumlah rumah warga di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/12/2022). Sebanyak 2 rumah...
RADAR PEKALONGAN.ID – Melalui official akun Instagramnya @rs.anugerah, RS Anugerah Pekalongan membuka lowongan kerja untuk posisi Radiografer. Nah bagi kamu...
KAJEN, Radarpekalongan.id – Sebagai uri uri budaya tradisional sekaligus memperingati Hari Wayang Nasional, digelar hiburan Wayang kulit dalang Ki Bayu...
Pemerintah Kota Pekalongan melalui UPTD Taman Wisata Laut (TWL) Pantai Pasir Kencana membatalkan pesta perayaan Malam Tahun Baru (New Year Party) 2023.
KAJEN, Radarpekalongan.id – Penyalahgunaan obat-obatan terlarang ternyata cukup berbahaya efeknya. Sebab sangat buruk bagi kesehatan jiwa dan mental pemakai apalagi...
RADARPEKALONGAN.ID - Media sosial merupakan salah satu komponen penting yang memberikan kemudahan dalam berdakwah. Oleh karena itu, memanfaatkan teknologi dengan baik harus mulai digencarkan. Demikian disampaikan Mudir Ma'had Aly Al-Tarmasi, KH Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi dalam acara ngaji medsos perdana, kemarin."Hal ini merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. Makanya Ma'had Aly Al-Tarmasi akan menulis karya ilmiah dengan menggunakan bahasa Arab. Tentu kita akan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan hal tersebut," kata kiai yang mendapatkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta ini.Senada dengan hal tersebut disampaikan Direktur NU Online Savic Aly selaku narasumber dalam ngaji medsos perdana ini. Dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia pengguna internet sudah mencapai lebih dari 180 juta dan dalam waktu dekat bisa mencapai 200 juta. Menurut data tersebut, sambung Savic Aly, utamanya bagi kaum muda, berdakwah menggunakan media sosial merupakan suatu keharusan. Karena, hanya dengan hal tersebut dakwah bisa menjangkau ke masyarakat luas. "Dakwah bil medsos hari ini sudah tak terelakkan lagi, karena rata-rata masyarakat merupakan pengguna gawai," jelasnya. Dia mengimbau, para santri dan komunitas pesantren dapat memperluas pendidikan keagamaannya ke publik. Beberapa pondok besar sudah mulai menggencarkan dakwahnya melalui media. "Kita ambil contoh Gus Baha. Dengan adanya kanal 'Santri Gayeng', jutaan orang dapat ikut mengaji dengan beliau, meskipun proses pendidikannya tetap di pesantren," imbuhnya.Dirinya tidak menampik kalau di Tremas banyak sosok alim. Masalahnya sekarang adalah bagaimana kajian agama yang disampaikan sejumlah ahli agama di pesantren legendaris ini dapat pula diikuti kalangan dalam jumlah yang lebih luas.“Bila kajian-kajian yang ada bisa dinikmati secara online, masyarakat akan sangat berterima kasih,” pungkasnya. (dur/nu.online)
KAJEN, Radarpekalongan.id – Untuk memperingati Hari Wayang Nasional sekaligus peringatan akhir tahun baru 2022, Pemkab Pekalongan menggelar hiburan wayang kulit...
Dalam mensyiarkan agama Islam yang rahmatalil alamin di era digital sekarang ini, terdapat banyak tantangan yang dihadapi kaum santri
Jumlah pengungsi terdampak banjir di Kota Pekalongan pada Sabtu (31/12/2022) sore melonjak jadi 623 jiwa, mereka tersebar di 11 lokasi pengungsian.
RADARPEKALONGAN.ID – Beberapa jam lagi tahun masehi berganti ke 2023. Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jatim,...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, keputusan mencabut PPKM sudah mengacu pada tingkat imunitas masyarakat RI yang telah mencapai lebih dari 98 persen.
PEKALONGAN, Radarpekalongan.id – Sebagai respon tanggap darurat terhadap bencana banjir yang saat ini sedang melanda sejumlah wilayah, Babinsa Koramil 19/Pekalongan...
Setelah Presiden Jokowi melalui Intruksi Menteri Dalam Negeri mencabut PPKM, maka tes PCR maupun Rapid Antigen sudah tidak diwajibkan lagi.
RADARPEKALONGAN.ID – Kuota Sekolah untuk SNBP 2023 di Kabupaten Batang telah resmi dirilis oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Kemendikbud pada...
enteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas akan segera mengambil tindakan tegas kepada anak buahnya yang tidak profesional bekerja. Sikap itu disampaikan setelah mengetahui hasil survei Indeks Profesionalisme dan Moderasi Beragama (IPMB) yang menyatakan sebanyak 40 persen ASN Kemenag tidak profesional.
KAJEN, Radarpekalongan.id – Pada hari Sabtu, 31 Desember 2022, mulai pukul 04.00 WIB di wilayah Kabupaten Pekalongan diguyur hujan lebat...
PEKALONGAN, Radarpekalongan.id – Agenda vaksinasi inklusif Covid-19 di tiga lokasi di Kota Pekalongan pada Sabtu (31/12/2022) pagi batal digelar karena...
KAJEN, Radarpekalongan.id – Dalam rangka pengecekan pos pelayanan dan pos pengamanan Operasi Lilin Candi 2022, tim Pamatwil Mabes Polri mengunjungi...
KAJEN,Radarpekalongan.id – Hujan angin mengakibatkan pohon jati berukuran besar roboh dan menimpa rumah milik Sofwan (50), di Desa Tangkil Tengah...
JAKARTA, Radarpekalongan.id – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja demi mengantisipasi perkembangan...