Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Siapkan Surat Edaran Cegah Penculikan Anak

dinas pendidikan kota pekalongan
nak-anak TK sedang belajar sambil bermain, mereka riang gembira. (Radarpekalongan.id/dinkominfo)
0 Komentar

RADAR PEKALONGAN.ID – Dinas Pendidikan Kota Pekalongan siapkan suat edaran cegah penculikan anak. Hal itu merespon pemberitaan peristiwa percobaan penculikan yang menimpa siswi MII Banyurip Ageng 01 Pekalongan pada Kamis (26/1/2023) lalu di lingkungan madrasah setempat,

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH mengimbau kepada anak orangtua anak, serta pihak sekolah untuk waspada dan meningkatkan peran dalam mengawasi para pelajar selama berkegiatan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Demikian ia sampaikan saat dikonfirmasi usai menghadiri acara “Nyambung Tali Rasa Luwih Cedhak Karo Pajak”, berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa siang (31/1/2023).

Baca Juga:Cegah Penculikan Anak di Pekalongan, Kepala Kemenag Kasiman Mahmud Desky Sarankan Begini,,Kepala MI Salafiyah Kertijayan, M Luthfi Hamdani Lakukan Pencegahan Penculikan Anak, Begini Caranya

Zainul Hakim mengatakan, terkait maraknya modus kasus penculikan anak di sejumlah daerah, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan tengah menyusun Surat Edaran (SE) ke seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan yakni PAUD/TK, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH.

(Radarpekalongan.id/dinkominfo)

“Kami sedang menyusun Surat Edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah dari satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP yang menjadi kewenangan kami perihal peningkatan kewaspadaan terhadap maraknya modus kasus penculikan pada anak. Insya Allah segera kami tandatangani dan secara jejaring kami kirimkan kepada semua sekolah yang ada di jajaran Dinas Pendidikan Kota Pekalongan,” ucapnya.

Hakim menegaskan, setiap sekolah diminta meningkatkan peran dalam mengawasi para pelajar selama berkegiatan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah seperti memperhatikan tingkat saat hadir dan kepulangan dari anak-anak didiknya.

“Kami juga menghimbau kepada anak-anak, apabila ada orang asing atau orang yang tak dikenal menyapa dan mengiming-imingi dengan memberikan uang, permen, es krim, atau barang tertentu, mengajak pergi ke suatu tempat dan mengaku-ngaku kenal dengan orangtua atau keluarganya, anak-anak diminta hati-hati dan waspada,” pesannya.

Disamping itu, pihaknya meminta seluruh pihak sekolah untuk meningkatkan peran pengawasan dengan memberikan kesiapan kepada penjaga keamanan di lingkungan sekolah. Selain di dalam area sekolah, penjaga sekolah diminta awas terhadap murid-murid yang sengaja keluar area sekolah. Begitu pun saat jam pulang, pihak sekolah harus memastikan bahwa peserta didiknya segera mengarah ke rumah masing-masing. Terutama anak jenjang PAUD dan SD yang sangat rentan menjadi korban kejahatan.

0 Komentar