Wakil Bupati Pekalongan Ajak Semua Pihak Atasi Stunting

Wakil Bupati Pekalongan
0 Komentar

KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menangani permsalahan stunting di Kota Santri. Pasalnya Stunting mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Jika tidak segera diatasi, stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kemiskinan.

Demikian dikatakanya saat memberikan sambutan pada acara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Pekalongan di Aula Bappeda, Rabu (17/5/2023).

Dijelaskannya, bahwa pembangunan SDM merupakan salah satu visi pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang perlu didukung oleh semua pihak. Menurutnya masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

Baca Juga:Pengamanan Pembayaran Bantuan Sembako dan PKH di 2 Tempat yaitu Kajen dan KedungwuniScreening CA Cervik dan IVA TEST dengan Sasaran Wanita Subur Usia 30 – 50 Tahun

“Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM yakni menurunkan angka stunting karena dapat menurunkan kualitas SDM,” terangnya.

Riswadi menambahkan, permasalahan stunting merupakan masalah yang harus dihadapi secara terpadu dari semua bidang baik dari pemerintah, swasta, tokoh masyarkat, tokoh agama serta peran keluarga maupun warga baik sebagai indivisu maupun masyarakat.

“Semua bergerak, dari mulai Organisasi Perangkat daerah (OPD), Camat, Kepala Desa dan lainnya untuk dapat melakukan aksi nyata sesuai dengan peran dan tugas masing-masing,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, akan ada penurunan angka stunting di masa yang akan datang.

“Keberhasilan dari kegiatak kali ini adalah aksi nyata dan komitmen kita untuk melepas ego sektoral sehingga masalah stunting akan bisa diatasi,” paparnya.

0 Komentar