Gerakan Pesantren Hijau Penting untuk Lingkungan, Sosial, Agama, dan Ekonomi Menurut KH. Sabilal Rosyad!

Gerakan Pesantren Hijau Penting untuk Lingkungan, Sosial, Agama, dan Ekonomi Menurut KH. Sabilal Rosyad!
MALEKHA KEPEDULIAN - Gerakan Pesantren Hijau bukan sekadar inisiatif kepedulian lingkungan, tapi juga memiliki nilai yang sangat penting dan multidimensional.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qutub, KH. Sabilal Rosyad, menegaskan bahwa Gerakan Pesantren Hijau bukan sekadar inisiatif kepedulian lingkungan.

Lebih dari itu, gerakan ini memiliki nilai yang sangat penting dan multidimensional, mencakup aspek sosial, agama, dan ekonomi masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya di sela-sela acara pelatihan yang diadakan untuk menyambut Hari Santri 2025.

Dalam sambutannya, Kiai Sabilal Rosyad menjelaskan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis. “Pesantren Hijau harus dimaknai lebih dari sekadar menanam pohon atau mengelola sampah. Ini adalah gerakan moral dan spiritual yang mengajak kita untuk menjaga alam sebagai anugerah Allah SWT, sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Baca Juga:Diduga Tahan Ijazah Karyawan, Perusahaan Ekspedisi di Pekalongan Digeruduk Ormas & LSM!Kabar Gembira! Progres Penetapan NIP PPPK Paruh Waktu Batang Sudah Capai 80 Persen!

Menurut KH. Sabilal Rosyad, gerakan ini memberikan dampak positif di berbagai sektor:

Sosial: Memperkuat solidaritas antarsantri dan masyarakat melalui gotong royong dalam program kebersihan dan penghijauan.

Agama: Menjadi wujud nyata dari ajaran Islam tentang menjaga keharmonisan alam semesta. “Melalui Pesantren Hijau, kita mengimplementasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dengan cara yang sangat relevan dengan tantangan zaman,” tambahnya.

Ekonomi: Pesantren dapat menjadi pusat pelatihan kewirausahaan berbasis lingkungan, seperti pengolahan sampah menjadi pupuk kompos atau produk daur ulang bernilai jual. “Dengan begitu, pesantren tidak hanya mencetak santri yang berilmu, tetapi juga yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan dalam menyambut Hari Santri Nasional. Gerakan Pesantren Hijau ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain untuk turut aktif dalam menjaga kelestarian alam sambil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(mal)

0 Komentar