RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Universitas Pekalongan (Unikal) menyelenggarakan Studium General bertajuk “Mengelola Risiko Global: Peran Kebijakan Makro Energi dan UMKM dalam Krisis Internasional”.
Acara akademis yang berlangsung di kampus Unikal ini melibatkan 130 mahasiswa serta menghadirkan pakar dari Bank Indonesia (BI) dan Dewan Energi Nasional untuk mengupas tuntas dampak krisis geopolitik terhadap perekonomian nasional hingga level daerah.
Rektor Unikal, Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, menyatakan bahwa forum diskusi ini merupakan manifestasi konkret institusi pendidikan dalam merespons dinamika geopolitik dunia.
Baca Juga:Tragis! Senggol Penyapu Jalan, Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura KendalJangan Dipasrahkan Selamanya! Dinsos Pekalongan Minta Keluarga Berperan Aktif Pulihkan ODGJ, Semua Gratis
Ia secara khusus menyoroti kerentanan jalur distribusi energi global, seperti ketegangan di Selat Hormuz, yang memicu efek domino pada biaya produksi industri di dalam negeri.
“Kegiatan hari ini adalah respons langsung atas dinamika geopolitik. Gangguan distribusi energi di tingkat global akan berdampak langsung pada perekonomian Indonesia. Kenaikan tidak hanya terjadi pada minyak, tapi juga komoditas lain seperti metanol dan aluminium yang menyentuh langsung persoalan UMKM serta industri manufaktur cat dan plastik,” ujar Andi saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Andi menaruh harapan besar agar perhelatan ini mampu menjembatani pemikiran dari berbagai pihak demi membantu pemerintah merumuskan strategi mitigasi krisis.
“Kami mencoba mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa agar tidak hanya paham persoalan, tapi juga berkontribusi aktif memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah sehingga bisa merumuskan sebuah usulan atau format solusi,” katanya menegaskan.
Edukasi Efek Konflik Geopolitik terhadap UMKM
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Acara, Muhammad Milzam, menjelaskan bahwa Studium General ini secara spesifik menyasar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta perwakilan fakultas lainnya.
Tujuannya adalah memberikan proyeksi riil mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah dan efek rambatannya terhadap sektor makroekonomi serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Pekalongan.
“Tujuan kami adalah memberikan gambaran dampak krisis global terhadap perekonomian di Indonesia. Kami menghadirkan Ibu Bimala dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan Bapak Dr. Muhammad Kholid Syeirazi dari Dewan Energi Nasional,” tutur Milzam.
