Korban Masih Remaja, Baru Bekerja Beberapa Bulan
Korban tewas diketahui bernama Diva Maelisa (15), warga Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan Raudin (37) dan Umayah (33).
Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, menyebutkan keluarga korban tergolong dalam kondisi ekonomi terbatas. Ayah korban bekerja serabutan sebagai buruh tani dan kuli bangunan di luar kota. “Kalau di kampung, bapaknya kerja serabutan. Kadang ikut proyek di luar kota,” kata Siam.
Semasa hidup, Diva dikenal sebagai pribadi sederhana dan rajin membantu orang tua, termasuk dalam pembuatan emping melinjo di rumah.
Baca Juga:Kena Sanksi Pengelolaan Sampah, Pemkab Kendal Siapkan Kirim 100 Ton per Hari ke Semarang untuk EnergiPDI Perjuangan Kendal Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Dapur Marhaen, Tegaskan Komitmen Sosial ke Warga
Namun karena keterbatasan ekonomi, ia memutuskan berhenti sekolah dan bekerja untuk membantu keluarga. Padahal, dari usianya, Diva seharusnya masih menempuh jenjang pendidikan menengah atas.
Diva baru bekerja sebagai ART di Jakarta selama beberapa bulan seusai Lebaran tahun ini. “Baru beberapa bulan kerja. Habis Lebaran langsung berangkat ke Jakarta,” ujar Siam.
Keputusan itu diambil keluarga dengan harapan dapat membantu perekonomian rumah tangga, mengingat pekerjaan di kampung tidak selalu tersedia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi kejadian, termasuk kemungkinan faktor lain yang menyebabkan korban nekat melompat dari lantai atas bangunan.
